Bencana Banjir Demak hingga Gempa Tuban Apakah Ada Hubungan dengan Ramalan Jaya Baya di Pulau Jawa?

Bencana Banjir Demak hingga Gempa Tuban Apakah Ada Hubungan dengan Ramalan Jaya Baya di Pulau Jawa?

Bencana Banjir Demak hingga Gempa Tuban Apakah Ada Hubungan dengan Ramalan Jaya Baya di Pulau Jawa?-(freepik.com/desantos)-

Bencana Banjir Demak hingga Gempa Tuban Apakah Ada Hubungan dengan Ramalan Jaya Baya di Pulau Jawa?

Berdasarkan berita terkini, wilayah Kabupaten Demak di Jawa Tengah serta Tuban diguncang oleh dua peristiwa alam yang menggemparkan pada Jumat, 22 Maret 2024.



Baca juga: Tayang Jam Berapa Queen of Tears Episode 5 Sub Indo, Setiap Hari Apa dan Dimana? Link Nonton dan Download Full Movie HD Eps 1 2 3 4 5 6 Tanpa VPN

Banjir dahsyat merendam puluhan desa di Kabupaten Demak, sedangkan gempa bumi dengan magnitudo 6,5 mengguncang Tuban. Kedua kejadian ini telah menarik perhatian banyak pihak.

Dalam konteks ini, muncul spekulasi seputar kemungkinan hubungan antara peristiwa-peristiwa tersebut dengan ramalan yang diwariskan oleh tokoh terkenal dalam sejarah Jawa, yaitu Jayabaya.



×

Menurut catatan ramalannya, Jayabaya menyebutkan bahwa Pulau Jawa akan diserang oleh bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Jayabaya, yang merupakan seorang Raja Panjalu yang memerintah antara tahun 1135 hingga 1159 Masehi, dikenal akan kebijaksanaannya serta kemampuannya dalam meramal berbagai peristiwa besar di Nusantara.

Baca juga: Sentuhan Kehangatan, 25 Kata Ucapan Happy Iftar Terbaru 2024 untuk Mempererat Tali Persaudaraan

Baca juga: Kapan Penutupan Rekrutmen Bersama BUMN? Cek Link Daftar hingga Jadwal Tes Online Sampai Malam Inagurasi

Baca juga: Link Daftar Rekrutmen Bersama BUMN, Syarat, Jadwal Pembukaan hingga Penutupan, Cara Apply Pekerjaan

Gelar lengkapnya, yaitu Abhiseka Sri Maharaja Sang Mapanji Jayabhaya Sri Warmeswara Madhusudana Awataranindita Suhtrisingha Prakarama Uttunggadewa, menjadi bukti akan kedudukannya yang agung dalam sejarah.

Ramalan yang ditinggalkan oleh Jayabaya sering kali disajikan dalam bentuk kalimat-kalimat puisi dan sastra yang dianggap memiliki makna mendalam, terutama dalam konteks masa depan masyarakat di Pulau Jawa dan seluruh Nusantara.

Keberadaan ramalan-ramalan tersebut menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat, terutama ketika peristiwa-peristiwa alam yang luar biasa terjadi seperti banjir dan gempa bumi.

Cek pada halaman berikutnya,

Sumber:

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya

gzm