IHSG Pecahkan Rekor Sejarah, Ini Deretan Emiten Potensial yang Wajib Diperhatikan dalam Rekomendasi Saham Hari Ini, Kamis 8 Januari 2026

IHSG Pecahkan Rekor Sejarah, Ini Deretan Emiten Potensial yang Wajib Diperhatikan dalam Rekomendasi Saham Hari Ini, Kamis 8 Januari 2026

saham-pixabay-

IHSG Pecahkan Rekor Sejarah, Ini Deretan Emiten Potensial yang Wajib Diperhatikan dalam Rekomendasi Saham Hari Ini, Kamis 8 Januari 2026

Pasar modal Indonesia memasuki awal tahun 2026 dengan gebrakan luar biasa. Pada sesi perdagangan Rabu, 7 Januari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level tertinggi sepanjang masa (All-Time High/ATH), menandai momen bersejarah yang mencerminkan kepercayaan tinggi investor terhadap prospek ekonomi domestik.



IHSG ditutup di level 8.944,81, naik tipis 0,13% dibanding penutupan sebelumnya. Meski terlihat minimalis, angka ini menyimpan makna strategis. Dalam perjalanannya, indeks sempat menyentuh puncak intraday di 8.970,86—hanya berjarak sekitar 26 poin dari rekor mutlak—sebelum akhirnya ditutup dengan tenang berkat aksi beli kuat di menit-menit akhir perdagangan.

Pergerakan positif ini bukan tanpa tantangan. Pada sesi siang, tekanan jual sempat membawa IHSG turun ke 8.916,02, tetapi kepercayaan investor, terutama dari kalangan institusional dan ritel mapan, kembali menguat menjelang penutupan. Fenomena ini menunjukkan dominasi sentimen bullish yang masih kokoh di awal tahun.

Tiga Sektor Pendorong Utama: Industri, Konsumen, dan Barang Baku
Kenaikan IHSG tidak terjadi secara merata di seluruh sektor. Alih-alih, tiga kelompok saham menjadi katalis utama penguatan indeks:


Sektor Industri Dasar & Kimia mencatat kenaikan paling mencolok: +2,39%. Kinerja subsektor ini didorong oleh permintaan global terhadap bahan baku industri dan kenaikan harga komoditas pendukung.
Sektor Konsumen Non-Primer naik 1,17%, mencerminkan pulihnya daya beli masyarakat kelas menengah atas serta optimisme terhadap pertumbuhan ritel dan gaya hidup.
Sektor Barang Baku menguat 1,11%, didukung oleh harga komoditas seperti batu bara, nikel, dan timah yang terus menguat di pasar global.
Ketiganya menjadi tulang punggung kenaikan IHSG dan menjadi cerminan kondisi ekonomi makro yang stabil, ditambah kebijakan moneter Bank Indonesia yang tetap akomodatif di tengah inflasi terkendali.

Antusiasme Investor Terlihat dari Volume dan Nilai Transaksi
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga mencatatkan dinamika yang menggembirakan. Total 70,57 miliar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp36,89 triliun, angka yang menunjukkan minat tinggi dari berbagai jenis pelaku pasar—mulai dari day trader, investor institusional, hingga long-term investor.

Frekuensi transaksi mencapai 4,57 juta kali, menggarisbawahi partisipasi aktif yang semakin merata. Dari total 810 saham yang tercatat di BEI, 344 saham menguat, 362 melemah, dan 104 stagnan. Meski jumlah saham yang turun lebih banyak, dominasi saham-saham blue chip—dengan kapitalisasi besar dan likuiditas tinggi—berhasil menjaga IHSG tetap di zona hijau dan bahkan membawanya menembus rekor ATH.

Daftar Rekomendasi Saham Hari Ini dari Broker Top Nasional
Mengikuti momentum positif ini, sejumlah perusahaan sekuritas ternama di Indonesia merilis rekomendasi saham untuk perdagangan hari ini, Kamis, 8 Januari 2026. Berikut ulasan mendalam dari pilihan mereka:

1. BRI Danareksa Sekuritas
TOBA (Toba Bara Sejahtera Tbk): Emiten batu bara dengan arus kas kuat dan kinerja operasional efisien. Permintaan energi global, terutama dari Asia, terus mendorong harga batu bara, menjadikan TOBA sebagai pilihan menarik bagi investor komoditas.
ANTM (Aneka Tambang Tbk): Sebagai produsen emas, perak, dan nikel, ANTM berada di garda depan transisi energi global. Proyek nikel untuk baterai kendaraan listrik memberikan nilai tambah jangka panjang.
PPRI (PP Properti Tbk): Fokus pada pengembangan properti komersial di kawasan strategis. Potensi kenaikan pendapatan dari sewa dan penjualan unit baru membuat saham ini layak dicermati.
2. Phillip Sekuritas
TOTL (Total Persada Tbk): Spesialis konstruksi infrastruktur energi, termasuk pembangkit listrik dan jaringan transmisi. Proyek-proyek di luar Jawa memberikan diversifikasi pendapatan yang menjanjikan.
HOMI (Homeritz Corporation Tbk): Pengembang residensial menengah dengan kenaikan penjualan signifikan di Q4 2025. Lokasi proyek di kawasan penyangga ibu kota menjadi nilai jual utamanya.
3. MNC Sekuritas
AUTO (Astra Otopart Tbk): Produsen komponen otomotif dengan klien utama seperti Toyota dan Daihatsu. Pemulihan industri otomotif domestik menjadi katalis utama kinerja AUTO.
ICBP (Indofood CBP Sukses Makmur Tbk): Raksasa makanan dengan merek-merek legendaris seperti Indomie dan Pop Mie. Ketahanan bisnis di tengah inflasi menjadikannya saham defensif andalan.
JSMR (Jasa Marga Tbk): Pengelola jalan tol nasional dengan arus lalu lintas stabil. Rencana ekspansi tol baru seperti Cisumdawu dan Trans-Jawa memberikan potensi pertumbuhan jangka panjang.
WIIM (Wijaya Karya Industri & Infrastruktur Tbk): Anak usaha WIKA yang fokus pada manufaktur berat dan infrastruktur strategis. Valuasi saham saat ini dianggap menarik oleh analis.
4. CGS International Sekuritas
EXCL (XL Axiata Tbk): Perusahaan telekomunikasi yang agresif memperluas jaringan 5G dan layanan digital. Transformasi digital menjadi kunci pertumbuhan laba.
AADI (Mitra Adiperkasa Tbk): Ritel gaya hidup urban dengan kehadiran kuat di marketplace seperti Tokopedia dan Shopee. Strategi omnichannel mendorong peningkatan penjualan.
TLKM (Telkom Indonesia Tbk): Pemimpin pasar telekomunikasi dengan dividen konsisten dan investasi besar di data center serta infrastruktur digital.
EMTK (Elang Mahkota Teknologi Tbk): Pemilik ekosistem digital seperti KapanLagi Youniverse dan IDN Times. Diversifikasi ke fintech dan konten digital memperkuat prospek bisnis.
TINS (Timah Tbk): Produsen timah nasional dengan harga komoditas yang mulai pulih. Permintaan dari industri elektronik dan solder global menjadi pendorong utama.
5. Phintraco Sekuritas
ADRO (Adaro Energy Tbk): Raksasa batu bara yang kini memperluas bisnis ke energi terbarukan, termasuk PLTS dan hidrogen hijau. Kinerja Q4 2025 sangat solid.
BUKA (Bukalapak Tbk): Platform e-commerce dengan pertumbuhan Monthly Active Users (MAU) yang impresif. Fokus pada UMKM dan layanan B2B memberikan diferensiasi kompetitif.
PGEO (Pertamina Geothermal Energy Tbk): Anak usaha Pertamina yang mengelola pembangkit listrik panas bumi. Sejalan dengan kebijakan transisi energi nasional, PGEO memiliki prospek jangka panjang yang cerah.
6. Mirae Asset Sekuritas
AKRA (Akrabatamakmur Tbk): Operator jalan tol dengan pertumbuhan lalu lintas rata-rata 6–8% per tahun. Portofolio aset infrastruktur yang solid menjadikannya pilihan defensif.
BBTN (Bank BTN Tbk): Fokus pada pembiayaan perumahan rakyat. Dengan backlog perumahan nasional yang masih tinggi, BBTN memiliki ruang tumbuh yang luas.
Catatan menarik: JSMR (Jasa Marga) masuk dalam rekomendasi tiga broker sekaligus—MNC Sekuritas, Phintraco, dan Mirae Asset—menandakan konsensus kuat terhadap fundamental saham ini.

TAG:
Sumber:

Berita Lainnya