Harga Emas Antam Turun Rp14.000 per Gram pada 8 Januari 2026: Simak Analisis Mendalam, Daftar Harga Lengkap, dan Strategi Investasi di Tengah Koreksi Pasar
emas-pixabay-
Harga Emas Antam Turun Rp14.000 per Gram pada 8 Januari 2026: Simak Analisis Mendalam, Daftar Harga Lengkap, dan Strategi Investasi di Tengah Koreksi Pasar
Di tengah dinamika pasar keuangan global yang terus berubah, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk alias Logam Mulia Antam kembali mengalami penyesuaian pada Kamis, 8 Januari 2026. Setelah tiga hari berturut-turut mencatatkan penguatan, logam mulia andalan masyarakat Indonesia ini justru melemah sebesar Rp14.000 per gram, mencerminkan respons terhadap tekanan jual yang mulai menguat di pasar domestik maupun internasional.
Berdasarkan data resmi dari situs Logam Mulia, harga emas Antam hari ini ditetapkan pada Rp2.570.000 per gram, turun dari posisi sebelumnya pada Rabu, 7 Januari 2026, yang berada di angka Rp2.584.000 per gram. Penurunan ini tidak berdiri sendiri—ia sejalan dengan koreksi harga emas global yang terjadi setelah periode penguatan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Buyback Ikut Turun, Sinyal Aksi Profit Taking di Pasar Ritel
Tak hanya harga jual, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam juga mengalami penyesuaian. Pada 8 Januari 2026, Antam menetapkan harga buyback di angka Rp2.426.000 per gram, turun Rp14.000 dibanding hari sebelumnya yang masih di Rp2.440.000 per gram.
Penurunan ini menandai momentum penting bagi investor, baik ritel maupun institusional. Secara historis, ketika harga emas domestik mengalami koreksi usai tren penguatan beruntun, banyak pemegang emas mulai melakukan aksi profit taking—mengambil keuntungan dari kenaikan harga sebelumnya. Langkah ini sering kali memperkuat tekanan jual di pasar, sehingga memperdalam koreksi jangka pendek.
Bagi masyarakat awam, fluktuasi ini mungkin terasa mengkhawatirkan. Namun, bagi investor yang memahami siklus pasar, koreksi seperti ini justru menjadi bagian alami dari dinamika investasi emas.
Harga Emas Global Jadi Penentu Utama Pergerakan Antam
Pergerakan harga emas Antam tidak bisa dilepaskan dari dinamika pasar global. Menurut data dari pasar komoditas internasional, harga emas spot ditutup di level US$4.456,4 per troy ons pada Rabu (7/1/2026), melemah 0,88% dibanding hari sebelumnya.
Penurunan ini terjadi setelah emas dunia sukses mencatatkan penguatan selama tiga hari berturut-turut, dengan kenaikan total 4,01% secara point-to-point. Dorongan utama penguatan tersebut berasal dari dua faktor besar: pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve AS dan meningkatnya kekhawatiran atas ketegangan geopolitik global, termasuk konflik regional dan risiko resesi di beberapa negara maju.
Namun, kenaikan cepat tersebut memicu aksi ambil untung (profit taking) oleh investor institusional, terutama hedge fund dan manajer aset global, yang melihat momentum tersebut sebagai peluang untuk merealisasikan keuntungan. Aksi jual besar-besaran itu kemudian memicu koreksi jangka pendek—dan dampaknya langsung terasa di pasar domestik, termasuk pada harga emas Antam.
Daftar Lengkap Harga Emas Antam per 8 Januari 2026
Bagi Anda yang berencana membeli atau menjual emas Antam hari ini, berikut adalah daftar harga lengkap berdasarkan berbagai ukuran, sebagaimana dirilis oleh Logam Mulia pada Kamis, 8 Januari 2026:
1 gram: Rp2.570.000
5 gram: Rp12.825.000
10 gram: Rp25.600.000
25 gram: Rp63.875.000
50 gram: Rp127.650.000
100 gram: Rp255.000.000
250 gram: Rp636.875.000
500 gram: Rp1.272.500.000
1 kilogram: Rp2.543.000.000
⚠️ Catatan: Harga di atas belum termasuk PPN 11% dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan perusahaan. Pastikan untuk memeriksa harga terkini melalui situs resmi Logam Mulia atau gerai-gerai resmi Antam sebelum melakukan transaksi.
Selain produk emas batangan standar, Antam juga menawarkan edisi khusus seperti seri Lunar, Batik, Numismatik, dan koleksi terbatas lainnya. Produk-produk ini biasanya dikenakan premi tambahan karena nilai seni, kelangkaan, serta permintaan kolektor.
Strategi Investasi Emas di Tengah Fluktuasi: Beli, Tahan, atau Jual?
Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan investor di tengah koreksi harga ini?
Bagi investor baru, koreksi harga seperti ini bisa menjadi peluang strategis untuk memasuki pasar dengan harga yang lebih murah. Karena emas tetap menjadi aset safe haven (perlindungan nilai) di tengah ketidakpastian ekonomi, membeli saat harga turun justru memperbesar potensi keuntungan jangka panjang.
Sementara itu, bagi pemegang emas yang telah untung signifikan selama tiga hari penguatan terakhir, momen ini bisa dimanfaatkan untuk merealisasikan sebagian keuntungan—terutama jika Anda membutuhkan likuiditas atau ingin mengalokasikan dana ke instrumen lain.
Namun, penting untuk diingat: investasi emas bukanlah spekulasi jangka pendek. Ia lebih cocok sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio, terutama dalam menghadapi risiko inflasi, gejolak mata uang, atau krisis keuangan global.