Aturan Baru Wajibkan DHE SDA Masuk Bank Himbara: Langkah Strategis Menuju Kedaulatan Ekonomi atau Ancaman bagi Iklim Investasi?

Aturan Baru Wajibkan DHE SDA Masuk Bank Himbara: Langkah Strategis Menuju Kedaulatan Ekonomi atau Ancaman bagi Iklim Investasi?

saham-pixabay-

Untuk itu, pemerintah menekankan pentingnya:

Transparansi dalam pelaksanaan aturan,
Kepastian hukum bagi pelaku usaha,
Dan efisiensi layanan perbankan agar tidak menimbulkan biaya tambahan atau hambatan administratif.
Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan OJK telah berkomitmen untuk memantau dampak kebijakan ini secara berkala. Jika diperlukan, penyesuaian teknis akan dilakukan demi memastikan harmoni antara stabilitas makro dan pertumbuhan ekonomi mikro.



Menuju Ekonomi yang Lebih Berdaulat: Bukan Sekadar Aturan, Tapi Pernyataan Politik
Penandatanganan PP Nomor 8 Tahun 2025 bukan sekadar revisi administratif. Ini adalah pernyataan politik ekonomi yang kuat: Indonesia ingin mengambil kendali penuh atas hasil kekayaan alamnya. Dalam konteks global yang penuh ketidakpastian—mulai dari perang dagang, krisis energi, hingga fragmentasi rantai pasok—langkah ini menjadi fondasi penting untuk membangun ketahanan ekonomi jangka panjang.

Dengan cadangan devisa yang lebih kuat, arus modal yang lebih terarah, dan sistem perbankan nasional yang diperkuat, harapannya adalah:

Baca juga: Harga Emas di Pegadaian 9 Januari 2026: Turun Tipis, Antam Masih Absen – Ini Daftar Lengkapnya!


Nilai tukar rupiah menjadi lebih stabil,
Inflasi tetap terkendali,
Dan pertumbuhan ekonomi bisa berlangsung secara inklusif dan berkelanjutan.
Penutup: Kolaborasi Kunci Sukses Implementasi
Keberhasilan kebijakan ini tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi pada sinergi antara semua pemangku kepentingan—pemerintah, bank, eksportir, regulator, hingga masyarakat luas. Jika diimplementasikan dengan bijak, aturan DHE SDA berpotensi menjadi tonggak sejarah dalam transformasi ekonomi Indonesia menuju kemandirian sejati.

Namun, jika gagal menyeimbangkan kontrol dan fleksibilitas, kebijakan ini justru bisa menjadi bumerang yang mengusir investasi dan memperlambat pertumbuhan. Tantangan besar menanti, tapi peluang yang lebih besar juga terbentang di depan mata.

Satu hal pasti: babak baru pengelolaan devisa nasional telah dimulai. Dan masa depan ekonomi Indonesia—lebih berdaulat atau lebih rapuh—akan ditentukan oleh bagaimana kita menjalani babak ini bersama.

 

TAG:
Sumber:

Berita Lainnya