Khutbah Jumat 16 Januari 2026: Meneladani Rasulullah SAW di Ambang Isra Mi’raj, Menggali Hikmah Spiritual, dan Memperjuangkan Kemuliaan Masjid Al-Aqsa
Ilustrasi Masjid--
Meneladani Akhlak Nabi: Dari Sabar hingga Keadilan Sosial
Meneladani Rasulullah SAW tidak cukup hanya dengan memperingati Isra Mi’raj lewat ceramah atau poster media sosial. Kita harus menginternalisasi nilai-nilai akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari:
Sabar seperti sabarnya beliau menghadapi cobaan,
Jujur dalam perkataan dan perbuatan, bahkan saat tak ada yang melihat,
Peduli terhadap sesama, terutama yang tertindas dan terpinggirkan,
Dan tegas membela kebenaran, termasuk hak umat atas Masjid Al-Aqsa.
Rasulullah SAW bukan hanya nabi pembawa wahyu, tetapi juga teladan sempurna (uswatun hasanah) dalam segala aspek kehidupan—dari keluarga, ekonomi, sosial, hingga kepemimpinan. Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Ahzab ayat 21:
“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah suri teladan yang baik bagimu…”
Doa Penutup: Seruan untuk Kebangkitan Spiritual Umat
Di penghujung khutbah Jumat yang penuh hikmah ini, para khatib mengajak seluruh jamaah untuk memanjatkan doa bersama:
“Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kaum Muslimin dan Muslimat, Mukminin dan Mukminat, yang masih hidup maupun yang telah wafat. Tunjukkanlah kepada kami jalan yang benar, dan berilah kami kekuatan untuk mengikutinya. Lindungi kami dari kebatilan, dan jauhkan kami darinya. Berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat, dan selamatkan kami dari siksa api neraka.”
Doa ini bukan hanya harapan pribadi, tetapi seruan kolektif bagi kebangkitan spiritual umat Islam—umat yang bersatu dalam iman, taat dalam ibadah, peduli terhadap sesama, dan gigih mempertahankan warisan sucinya.