Profil Mickey Alexander, Peserta MasterChef Indonesia Season 13 yang Tereliminasi Usai Gagal Duplikasi Nasi Kuning Chef Norman
Mickey-Instagram-
Profil Mickey Alexander, Peserta MasterChef Indonesia Season 13 yang Tereliminasi Usai Gagal Duplikasi Nasi Kuning Chef Norman
Dunia hiburan dan kuliner kembali bertemu dalam panggung kompetisi memasak paling dinantikan di Tanah Air: MasterChef Indonesia Season 13. Di antara puluhan wajah baru yang tampil musim ini, satu nama mencuri perhatian publik bukan hanya karena keberaniannya, tetapi juga latar belakangnya yang jauh dari dunia dapur profesional: Mickey Alexander, seorang musisi asal Bogor, Jawa Barat.
Berusia 31 tahun, Mickey datang ke ajang yang disiarkan RCTI ini bukan sebagai chef berpengalaman, melainkan sebagai sosok yang ingin membuktikan bahwa gairah memasak bisa tumbuh dari mana saja—bahkan dari balik panggung konser. Namun, perjalanan penuh semangatnya harus berakhir lebih cepat dari yang dibayangkan, tepatnya dalam tantangan Duplicate Dish yang dipimpin oleh Chef Norman Ismail.
Dari Panggung Musik ke Dapur MasterChef: Langkah Berani Keluar Zona Nyaman
Sebelum mengenakan celemek MasterChef, Mickey dikenal sebagai musisi yang aktif di industri musik lokal. Meski tidak memiliki latar belakang formal di bidang kuliner, ia mengaku telah lama menjadikan dapur sebagai ruang ekspresi kedua setelah studio rekaman. Baginya, memasak bukan sekadar kebutuhan, melainkan bentuk seni yang menuntut kreativitas, ketelitian, dan jiwa yang tenang—kualitas yang juga dibutuhkan dalam bermusik.
“Saya percaya bahwa memasak itu seperti menciptakan lagu. Ada harmoni rasa, irama tekstur, dan klimaks yang harus dirancang dengan hati,” ujarnya dalam salah satu sesi wawancara singkat usai tampil di episode awal.
Keputusannya untuk mendaftar MasterChef Indonesia Season 13 pun lahir dari dorongan untuk keluar dari zona nyaman. Ia ingin menunjukkan bahwa siapa pun, dari profesi apa pun, bisa mengejar hasrat mereka—selama ada tekad dan kerja keras.
Bertahan di Tengah Tekanan: Pressure Test yang Menentukan Nasib
Perjalanan Mickey di kompetisi ini tidak mulus sejak awal. Pada episode yang tayang 21 Desember 2025, ia termasuk dalam kelompok peserta yang harus menjalani pressure test—tantangan intensif yang biasanya diberikan kepada kontestan yang gagal dalam misi sebelumnya atau dinilai kurang konsisten.
Dalam ujian tersebut, para juri—terutama Chef Juna dan Chef Arnold—menyoroti beberapa kekurangan dalam teknik pengolahan bahan utama. Meski begitu, Mickey berhasil menyelesaikan tantangan dengan cukup baik, meskipun sempat membuat penonton menahan napas melihat prosesnya yang penuh tekanan.
Ketegangan itu justru menjadi momentum baginya untuk membuktikan ketahanan mental. Hasilnya, ia lolos dan resmi masuk ke Gallery MasterChef Indonesia Season 13 bersama 25 kontestan lainnya.
Ungkapan Hati di Media Sosial: Pelajaran dari Dapur Kompetisi
Dua hari setelah pressure test, tepatnya pada 23 Desember 2025, Mickey membagikan unggahan emosional di akun Instagram pribadinya, @mickeyy.mci13. Dalam caption panjangnya, ia menulis tentang campuran rasa lega, kekecewaan, dan semangat baru.
“Terkadang, yang paling sulit bukanlah memotong bahan atau mengatur waktu, tapi mengendalikan pikiran saat semua terasa runtuh. Tapi justru di situlah aku belajar: bahwa kegagalan kecil adalah fondasi dari keberhasilan besar.”
Unggahan tersebut langsung dibanjiri dukungan dari penggemar, baik dari kalangan pecinta musik maupun pengikut setia MasterChef Indonesia. Banyak yang memuji sikap rendah hati dan ketulusannya dalam menghadapi tantangan.
Mystery Box Perdana: Kreativitas di Ujung Waktu
Memasuki akhir Desember, tepatnya 27 Desember 2025, kompetisi memasuki babak baru: Mystery Box Challenge perdana musim ini. Tantangan ini dikenal sebagai ujian kreativitas tertinggi, di mana para peserta harus mengolah bahan-bahan tak terduga dalam waktu sangat terbatas.
Mickey tampil cukup percaya diri. Ia mencoba memadukan sentuhan personal—mungkin terinspirasi dari latar belakang seninya—dalam penyajian hidangannya. Meski tidak menjadi pemenang, performanya dinilai stabil dan menunjukkan perkembangan signifikan dibanding episode sebelumnya.
Namun, sayangnya, keberuntungan tidak selalu berpihak.
Eliminasi dalam Tantangan Duplicate Dish ala Chef Norman
Puncak drama terjadi dalam episode berikutnya, ketika para kontestan dihadapkan pada tantangan Duplicate Dish—salah satu ujian paling menegangkan dalam sejarah MasterChef Indonesia. Mereka diminta untuk mereplikasi hidangan signature dari salah satu juri, kali ini Chef Norman Ismail, yang dikenal dengan teknik presisi tinggi dan presentasi elegan.
Mickey mendapat tugas meniru hidangan modern Indonesian fusion yang kompleks, lengkap dengan saus reduction, elemen tekstur garing, dan garnish artistik. Sayangnya, dalam eksekusi, ia gagal menangkap esensi rasa dan keseimbangan yang menjadi ciri khas masakan Chef Norman.
“Rasanya belum menyatu. Teksturnya terlalu dominan di satu sisi, dan kamu kehilangan nuansa utama dari hidangan aslinya,” komentar Chef Norman dengan nada tegas namun penuh apresiasi terhadap usaha Mickey.