Ancaman Mengejutkan Setelah Dukung Buku Broken Strings: Hesti Purwadinata Jadi Sasaran Oknum Diduga Roby Tremonti

Ancaman Mengejutkan Setelah Dukung Buku Broken Strings: Hesti Purwadinata Jadi Sasaran Oknum Diduga Roby Tremonti

Hesti-Instagram-

Pentingnya Perlindungan bagi Pendukung Korban
Kasus ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh para pendukung korban kekerasan seksual. Sering kali, mereka tidak hanya menjadi sasaran serangan balik, tetapi juga ancaman hukum atau sosial yang bertujuan untuk membungkam suara kebenaran.

Psikolog sosial Dr. Lina Wijaya, M.Psi., menjelaskan bahwa ancaman terhadap pendukung korban adalah bentuk secondary victimization—upaya sistematis untuk melemahkan gerakan keadilan dengan menakut-nakuti lingkaran terdekat korban.



“Ini bukan hanya soal privasi atau reputasi. Ini soal keberanian melawan budaya diam yang selama ini melindungi pelaku,” ujarnya dalam wawancara singkat via telepon.

Baca juga: Roby Tremonti Hapus Bukti Surat Pernikahan Usai Dituding Pelaku Grooming dalam Buku Memoar Aurelie Moeremans: Ada Apa?

Menanti Langkah Selanjutnya
Hingga berita ini diturunkan, baik Hesti Purwadinata maupun Edo Borne belum memberikan pernyataan resmi terkait ancaman tersebut. Namun, sumber terdekat keluarga mengatakan bahwa mereka sedang berkonsultasi dengan penasihat hukum untuk mengevaluasi langkah hukum yang tepat.


Sementara itu, Aurelie Moeremans terus fokus pada kampanye literasi dan edukasi seputar child grooming melalui platform media sosial dan acara publik. Ia menegaskan bahwa tujuan utama penerbitan Broken Strings bukan untuk menyerang individu tertentu, melainkan untuk membuka mata masyarakat akan bahaya eksploitasi terhadap anak.

Penutup: Suara yang Tak Bisa Dibungkam
Di tengah tekanan dan ancaman, dukungan terhadap Aurelie dan Hesti justru semakin menguat. Ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Indonesia mulai berani berdiri di sisi korban—bukan pelaku. Dan dalam dunia yang kerap memilih diam, keberanian berbicara adalah bentuk perlawanan paling revolusioner.

Broken Strings bukan hanya sebuah buku. Ia adalah cermin dari luka yang selama ini disembunyikan, dan kini mulai terobati oleh kejujuran, empati, dan solidaritas.

 

TAG:
Sumber:

Berita Lainnya