Unggahan Lama Roby Tremonti Kembali Viral: Amarah, Tuduhan, dan Bayang-Bayang Broken Strings yang Tak Kunjung Padam
Robby-Instagram-
Psikolog sosial Dr. Lina Maharani, dalam wawancara singkat dengan redaksi, menjelaskan bahwa respons defensif yang berlebihan sering kali justru memicu efek backfire—di mana publik semakin yakin bahwa ada sesuatu yang ingin disembunyikan.
“Ketika seseorang merasa terancam oleh narasi yang tidak menyebut namanya, tapi tetap bereaksi sangat keras, itu bisa menimbulkan pertanyaan: kenapa begitu terganggu?” ujarnya.
Refleksi Sosial: Saat Trauma Korban Jadi Arena Pertarungan Citra
Kasus Broken Strings dan reaksi Roby Tremonti mengingatkan kita bahwa di era digital, trauma pribadi bisa dengan mudah berubah menjadi pertarungan citra publik. Narasi korban—yang seharusnya menjadi ruang penyembuhan—kadang terdistorsi menjadi senjata dalam perang opini.
Bagi masyarakat, penting untuk tidak terjebak dalam dikotomi “korban vs pelaku” secara hitam-putih. Namun, sama pentingnya untuk menghormati proses penyembuhan korban kekerasan seksual, termasuk hak mereka untuk bercerita—dengan atau tanpa menyebut nama.
Sementara itu, Roby Tremonti belum memberikan klarifikasi resmi terkait viralnya unggahan lamanya. Namun, satu hal pasti: bayang-bayang Broken Strings tampaknya masih terlalu panjang untuk dilupakan—baik oleh pelaku, korban, maupun publik yang menyaksikan dari kejauhan.