Profil Tampang Todotua Pasaribu Wakil Menteri Investasi yang Ditegur Presiden Prabowo karena Absen di Acara Megaproyek RDMP: Umur, Agama dan IG

Profil Tampang Todotua Pasaribu Wakil Menteri Investasi yang Ditegur Presiden Prabowo karena Absen di Acara Megaproyek RDMP: Umur, Agama dan IG

Todoru-Instagram-

Profil Tampang Todotua Pasaribu Wakil Menteri Investasi yang Ditegur Presiden Prabowo karena Absen di Acara Megaproyek RDMP: Umur, Agama dan IG
Nama Todotua Pasaribu mendadak menjadi sorotan publik setelah ditegur langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam acara peresmian megaproyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). Dalam pidato pembukaannya, Presiden Prabowo secara eksplisit memanggil nama Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi tersebut—namun tak ada jawaban. Keberadaan Todotua ternyata tidak terlihat di antara deretan pejabat negara yang hadir.

Mengetahui ketidakhadirannya, Presiden Prabowo pun memberikan instruksi tegas: “Catat namanya.” Kalimat singkat itu bukan hanya menjadi teguran administratif, tetapi juga isyarat kuat tentang pentingnya kehadiran para pejabat dalam momen strategis pembangunan nasional—terlebih dalam proyek energi bernilai miliaran dolar seperti RDMP.



Namun, siapa sebenarnya Todotua Pasaribu? Apa latar belakangnya hingga dipercaya mengisi posisi strategis di Kabinet Merah Putih? Dan bagaimana profil kekayaannya yang mencapai ratusan miliar rupiah?

Dari Aktivis Kampus ke Wakil Menteri Investasi
Todotua Pasaribu, lahir di Jakarta pada 14 Januari 1980, adalah sosok pengusaha sukses yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Ia dipilih langsung oleh Presiden Prabowo untuk mendampingi Rosan Roeslani, sang Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM.

Jejak karier Todotua tidak bisa dilepaskan dari semangat kepemimpinan yang sudah ia tunjukkan sejak masa kuliah. Lulusan Sarjana Teknik Industri Universitas Trisakti (1998–2003) ini dikenal aktif di organisasi mahasiswa. Bahkan, ia sempat menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Industri periode 2001–2003—sebuah posisi yang menunjukkan kemampuan manajerial dan jejaring sosialnya sejak dini.


Selepas kampus, Todotua tak langsung melompat ke dunia politik. Ia memilih jalur bisnis, membangun reputasi lewat kerja keras dan jaringan yang luas. Pada 2005, ia memulai karier profesional sebagai Manajer Operasional di PT Jagat Energy, sebuah perusahaan energi yang beroperasi di sektor migas. Empat tahun kemudian, ia mulai merambah ke ranah kewirausahaan yang lebih luas.

Tahun 2012 menjadi titik balik besar: Todotua ditunjuk sebagai Direktur di PT Chatura Indonesia, posisi yang ia pegang hingga 2023. Di bawah kepemimpinannya, perusahaan tersebut berkembang pesat, terutama dalam layanan konsultasi dan pengembangan infrastruktur industri.

Selain itu, sejak 2016, ia juga menjabat sebagai Direktur di PT Thopas Artha Nauli—perusahaan yang fokus pada pengelolaan dan pengembangan pabrik baru di berbagai sektor strategis, termasuk semen, minyak dan gas, pertambangan, hingga pembangkit listrik. Pengalaman lintas sektornya inilah yang membuatnya menjadi kandidat ideal untuk mengawal agenda hilirisasi nasional, salah satu pilar utama kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo.

Jejak Organisasi dan Jaringan Bisnis Nasional
Todotua juga dikenal sebagai figur yang aktif di organisasi pengusaha. Sejak 2011, ia bergabung dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), wadah strategis bagi para pengusaha muda Tanah Air. Melalui HIPMI, ia memperluas jejaring dengan pelaku usaha dari berbagai latar belakang—mulai dari UMKM hingga korporasi multinasional.

Keterlibatannya dalam ekosistem bisnis nasional inilah yang diyakini menjadi salah satu alasan Presiden Prabowo mempercayainya dengan jabatan Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi. Dalam konteks kebijakan ekonomi saat ini, hilirisasi bukan sekadar retorika—melainkan strategi nyata untuk meningkatkan nilai tambah komoditas domestik, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi ketergantungan impor.

Harta Kekayaan Todotua Pasaribu: Total Rp175,6 Miliar
Meski baru menjabat sebagai pejabat negara, Todotua Pasaribu ternyata telah mengumpulkan kekayaan yang sangat signifikan. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2024 yang diunggah di situs resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), total kekayaan bersihnya mencapai Rp175.617.306.441.

Angka tersebut dihitung setelah dikurangi utang sebesar Rp8.176.954.309 dari total aset Rp183.794.260.750. Kekayaannya tersebar dalam berbagai bentuk aset produktif dan konsumtif, mulai dari properti mewah, kendaraan premium, hingga portofolio investasi yang solid.

Rincian Aset Kekayaan Todotua Pasaribu
1. Properti: Rp55 Miliar
Todotua memiliki enam unit properti di Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan, semuanya dibeli dari hasil usahanya sendiri. Aset properti terbesarnya adalah tanah dan bangunan seluas 644 m²/515 m² di Jakarta Selatan yang bernilai Rp30 miliar. Sementara itu, properti lainnya tersebar sebagai berikut:

Jakarta Selatan (102 m²/85 m²): Rp3,8 miliar
Tangerang Selatan (156 m²/240 m²): Rp2,7 miliar
Jakarta Selatan (14 m²/14 m²): Rp1,7 miliar
Jakarta Selatan (260 m²/400 m²): Rp6,5 miliar
Jakarta Selatan (418 m²/479 m²): Rp10,3 miliar
2. Kendaraan Mewah: Rp14,7 Miliar
Gaya hidupnya juga terlihat dari koleksi kendaraan mewah yang dimilikinya, termasuk:

TAG:
Sumber:

Berita Lainnya