Profil Biodata Martin Cortis Grup CORTIS: Nama Asli, Tanggal Lahir, dan Karyanya

Profil Biodata Martin Cortis Grup CORTIS: Nama Asli, Tanggal Lahir, dan Karyanya

Martin Cortis--

Pada 2019, ketika masih duduk di bangku sekolah dasar, Martin mengikuti audisi BIGHIT Entertainment. Keputusan itu lahir dari kekaguman dan dorongan yang sederhana. Ia terinspirasi oleh RM BTS, sosok yang ia lihat mampu memadukan kepemimpinan dan kreativitas.

Dukungan juga datang dari rumah. Kakaknya adalah penggemar BTS. Dari sana, keberanian Martin perlahan tumbuh, di antara lagu-lagu yang diputar berulang dan mimpi yang mulai diberi nama.



Ia lolos audisi, tetapi perjalanan belum selesai. Martin menjalani masa pelatihan selama enam tahun. Enam tahun yang diisi latihan, evaluasi, dan penantian. Usianya bertambah, tubuhnya berubah, sementara debut terus menunggu.

Ia menempuh pendidikan di Seoul Joongdae Elementary School, lalu membagi hari-harinya dengan jadwal latihan yang ketat. Dalam proses itu, ia belajar menahan diri, mendengarkan, dan menyesuaikan langkah dengan orang lain.

Ketika CORTIS debut pada 2025, Martin sudah akrab dengan kerja panjang di balik layar. Lagu-lagu seperti Fashion dan GO! membawa grup ini ke perhatian publik, namun baginya sorotan itu adalah kelanjutan, bukan kejutan.


Di CORTIS, Martin dipercaya menjadi leader. Peran itu tak selalu berarti berbicara paling depan. Kadang ia hadir sebagai penghubung, kadang sebagai penopang ritme kerja.

Selain tampil di panggung, Martin juga bekerja di baliknya. Ia terlibat dalam produksi berbagai lagu untuk grup idol lain. Namanya tercatat dalam Magnetic milik ILLIT, Outside dari ENHYPEN, serta Pierrot untuk LE SSERAFIM.

Ia juga ikut mengerjakan Miracle, Deja Vu, dan Beautiful Strangers dari TXT. Di grupnya sendiri, CORTIS, ia terlibat dalam What You Want, Joyride, Lullaby, dan FaSHIoN.

Daftar karya itu menunjukkan sisi Martin yang tenang dan tekun. Ia tidak hanya mengejar sorotan, tetapi juga proses.

MBTI-nya disebut ENTP atau ENFP, tipologi yang sering dilekatkan pada pribadi yang hangat dan penuh ide. Namun kebiasaan Martin lebih nyata daripada label apa pun: terus belajar, bergerak di antara peran, dan tidak tergesa menutup kemungkinan.

Dalam tubuh yang tinggi dan usia yang masih muda, Martin Cortis menjalani hidup yang padat. Ia bukan sekadar figur di depan kamera, melainkan seseorang yang tumbuh sambil bekerja.

Di balik panggung dan lampu sorot, ada jejak panjang seorang anak paduan suara, trainee yang menunggu giliran, dan remaja yang belajar memimpin lebih awal dari waktunya.

Martin tidak datang sebagai kisah instan. Ia tumbuh pelan, dengan langkah yang kadang terasa terlalu besar untuk sepatunya. Namun ia terus berjalan, menyamakan tinggi tubuhnya dengan kedewasaan yang ia kejar.


BERITA TERKAIT

More updates...