Eropa Kirim Personel Militer ke Greenland di Tengah Tekanan Washington

Eropa Kirim Personel Militer ke Greenland di Tengah Tekanan Washington

Greenland--

Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menilai penambahan pasukan Eropa tidak akan memengaruhi keputusan Trump terkait Greenland. Menurutnya, langkah tersebut juga tidak mengubah tujuan akuisisi wilayah tersebut.

Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menyatakan negaranya tidak akan bergabung dalam penugasan militer Eropa di Greenland. Namun ia memperingatkan bahwa intervensi militer AS di sana akan menjadi bencana politik.



Kedutaan Besar Rusia di Belgia menyampaikan keprihatinan serius atas situasi di Arktik. Moskow menuduh Nato meningkatkan kehadiran militer dengan dalih ancaman dari Rusia dan China.

Secara keseluruhan, penugasan Nato Eropa hanya melibatkan puluhan personel dalam latihan bersama bertajuk Operation Arctic Endurance. Meski sarat makna simbolik, durasi kehadiran mereka belum ditentukan.

Finlandia mengirim dua perwira penghubung untuk misi pengumpulan fakta. Pejabat kementerian pertahanan negara itu menyebut penugasan masih berada pada tahap perencanaan.


Jerman mengerahkan pesawat angkut A400M dengan 13 tentara yang dijadwalkan berada di Greenland hingga akhir pekan. Denmark juga mengirim pesawat angkut angkatan udara ke Nuuk.

Pemerintah Denmark dan Greenland sepakat meningkatkan kehadiran militer di wilayah tersebut guna memperkuat jejak Nato di Arktik, demi kepentingan keamanan Eropa dan transatlantik.

Swedia, Norwegia, Inggris, dan Belanda turut mengirim personel militer dalam jumlah kecil. Inggris menyatakan langkah ini bertujuan memperkuat latihan bersama untuk menangkal aktivitas Rusia dan China di kawasan utara.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menegaskan perlindungan Greenland merupakan kepentingan bersama seluruh aliansi Nato. Menteri Pertahanan Denmark Troels Lund Poulsen menambahkan bahwa kehadiran militer akan dilakukan secara bergiliran dengan target jangka panjang berupa kehadiran yang lebih permanen.

Denmark membantah alasan keamanan yang digunakan Trump. Rasmussen menilai tidak ada ancaman langsung dari China atau Rusia yang tidak dapat ditangani Denmark dan Greenland.

Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menyebut wilayahnya tengah berada dalam krisis geopolitik. Ia menegaskan bahwa rakyat Greenland tidak ingin dimiliki, diperintah, atau menjadi bagian dari Amerika Serikat, dan akan memilih tetap bersama Denmark.


BERITA TERKAIT

More updates...