Banyak umat Islam masih mencari kepastian tentang kapan berakhirnya bulan Rajab dan kapan dimulainya puasa-puasa sunnah di bulan Syaban. Padahal, kedua bulan ini memiliki posisi penting sebagai rangkaian ibadah menuju Ramadhan.
Rajab termasuk salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam. Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan menjaga diri dari perbuatan maksiat serta memperbanyak amal ibadah sebagai bentuk penghormatan terhadap waktu yang istimewa.
Secara kalender Hijriah, Rajab merupakan bulan ketujuh. Salah satu peristiwa penting yang terjadi pada bulan ini adalah Isra Miraj, yakni peristiwa diterimanya perintah salat lima waktu oleh Nabi Muhammad saw. yang diperingati setiap 27 Rajab.
Berdasarkan penanggalan Hijriah 1447 H, awal bulan Rajab jatuh pada Minggu, 21 Desember 2025. Bulan ini berlangsung selama 30 hari.
Dengan demikian, hari terakhir Rajab atau 30 Rajab 1447 H bertepatan dengan Senin, 19 Januari 2026. Setelah itu, umat Islam akan memasuki bulan Syaban yang menjadi penghubung langsung menuju Ramadhan.
Syaban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriah dan memiliki keutamaan tersendiri. Bulan ini dikenal sebagai masa persiapan rohani karena Ramadhan semakin dekat.
Dalam berbagai riwayat, Rasulullah saw. disebut memperbanyak puasa sunnah di bulan Syaban. Bahkan, beliau hampir mengisi seluruh bulan ini dengan puasa sebagai bentuk persiapan menyambut Ramadhan.
Awal bulan Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026. Sejak tanggal tersebut, umat Islam sudah dapat melaksanakan puasa-puasa sunnah, seperti puasa Senin dan Kamis, puasa Ayyamul Bidh, serta puasa Nishfu Syaban.
Puasa Nishfu Syaban dilaksanakan pada pertengahan bulan, yakni 15 Syaban. Pada tahun 2026, tanggal tersebut bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026.
Malam Nishfu Syaban diyakini memiliki keutamaan besar. Umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti salat sunnah, doa, zikir, dan membaca Al-Qur’an, kemudian melanjutkannya dengan puasa sunnah pada siang hari.
Selain Nishfu Syaban, puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 Syaban. Pada 2026, rangkaian puasa ini berlangsung pada 1 hingga 3 Februari.
Menjelang akhir Syaban, umat Islam dianjurkan semakin menjaga konsistensi ibadah. Bulan ini menjadi momentum penting untuk melatih fisik dan spiritual sebelum memasuki kewajiban puasa Ramadhan.
Adapun awal Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Dengan mengetahui jadwal ini, umat Islam dapat menyusun persiapan ibadah secara lebih matang sejak Rajab hingga Syaban.