Skandal Mahasiswa Telkom University: Penerima Bidikmisi Diduga Nikah Siri dan Telantarkan Anak Kandung
Berapa Harga Tas Charles & Keith yang Dibelikan Ayah Zoe Gabriel Hingga Viral Karena Dibully di TikTok? -zoe/tiktok-
Tanggung Jawab Institusi Pendidikan dan Perlindungan Hak Anak
Kasus REJ bukan hanya persoalan individu, tetapi juga cerminan dari celah dalam sistem pengawasan beasiswa dan pendampingan mahasiswa di perguruan tinggi. Telkom University, sebagai salah satu kampus teknologi terkemuka di Indonesia, kini dihadapkan pada ujian reputasi: apakah mereka akan bertindak tegas sesuai kode etik akademik, atau membiarkan isu ini mereda begitu saja?
Di sisi lain, nasib anak yang dilahirkan dari pernikahan siri ini patut jadi perhatian serius. Tanpa akta kelahiran resmi atau pengakuan ayah secara hukum, sang anak berpotensi kehilangan akses terhadap hak-hak dasar seperti pendidikan, layanan kesehatan, dan perlindungan sosial.
Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) dan Komnas Perempuan seharusnya turut memantau perkembangan kasus ini, mengingat adanya indikasi kekerasan psikologis dan potensi eksploitasi terhadap perempuan serta anak.
Penutup: Antara Privasi, Etika, dan Akuntabilitas Publik
Meski pernikahan siri merupakan urusan pribadi, status REJ sebagai penerima dana publik—yang berasal dari pajak rakyat—menjadikan kasus ini relevan untuk dibahas secara terbuka. Transparansi dan akuntabilitas menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program beasiswa pemerintah.
Hingga kini, pihak Telkom University belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan mahasiswanya. Namun, tekanan publik terus meningkat, dan banyak pihak menunggu langkah konkret dari kampus untuk menegakkan prinsip keadilan, integritas, dan perlindungan terhadap korban yang paling rentan: seorang anak tak berdosa.