Profil Tampang Pemilik Kopi Eyang yang Viral di Medsos Usai Dugaan Penyiksaan Kucing: Umur, Agama dan Akun Instagram

Profil Tampang Pemilik Kopi Eyang yang Viral di Medsos Usai Dugaan Penyiksaan Kucing: Umur, Agama dan Akun Instagram

Kopi eyang-Instagram-

Reaksi Warganet dan Komunitas Pecinta Hewan
Respons publik terhadap insiden ini sangat masif. Tagar #BoikotKopiEyang sempat trending di Twitter Indonesia, sementara berbagai komunitas pecinta kucing menggelar kampanye daring menuntut transparansi dan pertanggungjawaban. Banyak yang menyoroti bahwa tindakan membuang hewan hidup—apalagi dengan cara kejam seperti itu—melanggar Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Beberapa pelanggan lama Kopi Eyang juga turut angkat suara, menyatakan kekecewaan mendalam. Mereka mengaku selama ini mengenal cafe tersebut sebagai tempat nyaman dengan suasana hangat, bahkan kerap ramah terhadap hewan liar di sekitar area. Namun, insiden ini dinilai telah merusak citra merek secara keseluruhan.



Apa Langkah Selanjutnya?
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari manajemen Kopi Eyang atau Windura sendiri yang dirilis ke media mainstream. Namun, komunikasi langsung yang dilakukan Windura kepada korban pelaporan menunjukkan adanya niat untuk menyelesaikan masalah secara personal. Pertanyaannya: apakah langkah tersebut cukup untuk memulihkan kepercayaan publik?

Baca juga: Siapa Pemilik Kopi Eyang? Viral di Medsos Usai Dugaan Penyiksaan Kucing, Mantan Vokalis Band Terkenal Jadi Sorotan

Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap isu animal welfare, kasus seperti ini menjadi ujian nyata bagi pelaku usaha—terutama yang memiliki latar belakang selebriti—untuk menunjukkan integritas dan tanggung jawab sosial.


Penutup: Antara Bisnis, Etika, dan Empati
Kasus Kopi Eyang bukan sekadar soal kucing yang dibuang ke tong sampah. Ini adalah cerminan dari bagaimana nilai-nilai kemanusiaan dan empati harus tetap dijunjung tinggi, bahkan dalam dunia bisnis yang kompetitif. Bagi Windura, mantan bintang panggung yang kini menjadi pengusaha, reputasi bukan hanya dibangun dari rasa kopi, tapi juga dari cara ia memperlakukan makhluk hidup di sekitarnya.

Publik kini menunggu langkah konkret: apakah ini akan menjadi titik balik menuju perbaikan, atau justru awal dari kejatuhan sebuah brand yang pernah dicintai?

 

TAG:
Sumber:

Berita Lainnya