Roby Tremonti Hapus Bukti Surat Pernikahan Usai Dituding Pelaku Grooming dalam Buku Memoar Aurelie Moeremans: Ada Apa?

Roby Tremonti Hapus Bukti Surat Pernikahan Usai Dituding Pelaku Grooming dalam Buku Memoar Aurelie Moeremans: Ada Apa?

Robby-Instagram-

Roby Tremonti Hapus Bukti Surat Pernikahan Usai Dituding Pelaku Grooming dalam Buku Memoar Aurelie Moeremans: Ada Apa?

Nama Roby Tremonti kembali mencuat di jagat maya, bukan karena karyanya di dunia hiburan, melainkan lantaran keterkaitannya dengan buku memoar terbaru Aurelie Moeremans berjudul Broken Strings. Buku yang dirilis awal Januari 2026 ini mengguncang publik dengan pengakuan mendalam Aurelie tentang trauma masa kecilnya sebagai korban child grooming—sebuah bentuk eksploitasi psikologis dan emosional oleh orang dewasa terhadap anak di bawah umurnya.



Meski dalam buku tersebut nama pelaku tidak disebut secara eksplisit, banyak netizen meyakini bahwa sosok “Bobby”—salah satu tokoh sentral dalam narasi—merujuk pada Roby Tremonti. Spekulasi ini semakin menguat setelah sejumlah akun media sosial, termasuk unggahan viral di platform Threads oleh @marumaru25251 pada 11 Januari 2026, secara terbuka menyamakan karakter dalam buku dengan figur publik tertentu.

“Gila Bobby biadab, tapi dari awal yang paling gue sesali adalah mamanya Aureli... Bobby: Roby Tremonti,” tulis akun tersebut, memicu gelombang diskusi luas di kalangan warganet.

Reaksi Roby Tremonti: Unggah, Lalu Hapus
Menanggapi sorotan publik yang semakin memanas, Roby Tremonti sempat memberikan respons melalui akun Instagram pribadinya, @robytremonti, pada 9 Januari 2026. Dalam unggahan tersebut, ia tidak menyebut judul Broken Strings secara langsung, namun menegaskan bahwa dirinya merasa terdampak oleh narasi dalam sebuah “catatan” yang viral sejak Oktober 2025.


“Halo teman-teman netizen, postingan ini saya buat untuk memberikan counter terhadap suatu sumber yang sudah beredar... meski tidak menyebut nama saya ‘Roby Tremonti’, dampaknya membuat akun Instagram saya dibanjiri komentar fitnah yang super liar,” tulisnya.

Sebagai bentuk pembelaan, Roby mengklaim memiliki “bukti” yang bisa membantah tuduhan tersebut—dan salah satunya adalah surat pernikahan yang katanya membuktikan bahwa ia pernah menikah dengan Aurelie Moeremans. Ia bahkan mengunggah dokumen tersebut, mengundang publik untuk menilai sendiri validitas klaimnya.

Namun, tak berselang lama, unggahan itu mendadak menghilang dari akun Instagram-nya. Tidak ada penjelasan resmi dari Roby mengenai alasan penghapusan tersebut, sehingga memicu spekulasi lebih lanjut di kalangan netizen.

Jejak Digital yang Tak Bisa Dihapus Sepenuhnya
Meski unggahan asli telah dihapus, jejak digital tetap meninggalkan bekas. Beberapa pengguna media sosial sempat mengabadikan tangkapan layar surat pernikahan yang diunggah Roby. Salah satunya adalah akun Threads @ajournalofaugust, yang pada 9 Januari 2026 membagikan tanggapan keras terhadap sikap Roby:

“Lo mau tahu NPD kelas akut gak? Baca deh bukunya Aurelie... After years, he's still trying to instill fear to her. Fucking psycho! I hope you burn in hell.”

Ungkapan tersebut mencerminkan kemarahan publik yang tidak hanya bersimpati pada korban, tetapi juga mengecam upaya pelaku—atau yang diduga pelaku—untuk mengontrol narasi bahkan setelah bertahun-tahun berlalu.

Simpati Mengalir untuk Aurelie Moeremans
Di tengah kontroversi ini, dukungan untuk Aurelie Moeremans justru menguat. Banyak warganet menyatakan keprihatinan mendalam atas pengalaman traumatis yang dialaminya sejak usia belia—diperkirakan antara 15 hingga 19 tahun—dan mengapresiasi keberaniannya menulis memoar sebagai bentuk penyembuhan dan pemberdayaan diri.

“Duh ingat banget mereka cinlok karena iklan bareng kan. Kasihan Aurelie jadi korban grooming. Syukurlah dia udah nikah sama cowo yang beneran sayang dia ya,” tulis akun @widi.arsyad.

“Aurelie di-child grooming sama ini laki dari umur 15–19 tahun kalau gak salah,” tambah akun @abc_dy_fghijklmn.

Respons publik ini menunjukkan pergeseran signifikan dalam cara masyarakat memandang kasus kekerasan seksual—dari sekadar gosip selebriti menjadi isu serius yang menuntut empati, keadilan, dan akuntabilitas.

TAG:
Sumber:

Berita Lainnya