Profil Tampang Romo Paroki Sosok Pastur yang Diduga Menikahkan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti, Lengkap: Umur, Agama dan Akun Instagram

Profil Tampang Romo Paroki Sosok Pastur yang Diduga Menikahkan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti, Lengkap: Umur, Agama dan Akun Instagram

Robby-Instagram-

Profil Tampang Romo Paroki Sosok Pastur yang Diduga Menikahkan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti, Lengkap: Umur, Agama dan Akun Instagram

Nama Aurelie Moeremans kembali menjadi sorotan publik menyusul terbitnya buku memoar berjudul Broken Strings, yang mengungkap masa kelam sang aktris semasa remaja. Di dalamnya, Aurelie dengan keberanian luar biasa menceritakan pengalaman traumatisnya sebagai korban child grooming oleh seorang pria dari dunia hiburan, yang dalam buku tersebut diberi nama samaran “Bobby”.



Yang membuat kisah ini semakin mengejutkan adalah fakta bahwa hubungan tak seimbang tersebut berujung pada pernikahan Katolik—sebuah ikatan sakral yang kini telah secara resmi dibatalkan oleh pihak Gereja Katolik. Namun, di balik drama personal dan trauma psikologis yang dialami Aurelie, satu pertanyaan besar terus menggema di kalangan netizen: siapa sebenarnya Romo Paroki yang menikahkan mereka?

Pertanyaan Publik: Siapa Imam yang Memberkati Pernikahan Itu?
Sejak memoar Broken Strings beredar luas, banyak warganet mulai mempertanyakan prosedur pernikahan gerejawi yang seharusnya ketat dan penuh pertimbangan pastoral. Salah satunya datang dari akun Twitter @Mauranapitupulu, yang menulis:

“After read her memoir, satu pertanyaan di pikiran saya: siapa pendeta yang mensahkan pernikahan mereka? Aku nggak tahu persis bagaimana pernikahan Katolik bekerja, tapi apakah Bobby sekuat itu sampai pendeta pun mau melakukannya?”


Pertanyaan serupa juga dilontarkan oleh akun @devkrstnm pada 11 Januari 2026:

“Bener-bener kepo Paroki mana ya mereka nikah? Romo Parokinya siapa ya saat itu? Yakin mereka beneran kanonik? Super kepo. Karena gereja Katolik se-ketat itu dan penyelidikannya sedalam itu. Makanya gak ada ceritanya nikah buru-buru—ada proses yang mesti diikuti, apalagi kalau pasangannya beda agama.”

Komentar-komentar tersebut mencerminkan kekhawatiran publik terhadap kemungkinan pelanggaran prosedur gerejawi, mengingat usia Aurelie saat itu masih sangat muda dan diduga berada dalam situasi manipulatif.

Apa Itu Romo Paroki? Peran Sentral dalam Gereja Katolik
Untuk memahami konteks pertanyaan tersebut, penting mengetahui siapa sebenarnya Romo Paroki. Istilah ini merupakan panggilan hormat bagi Pastor Paroki, yaitu imam Katolik yang ditunjuk oleh Uskup untuk menjadi pemimpin spiritual dan gembala umat di wilayah tertentu yang disebut Paroki.

Menurut Jurnal Magistra dari Sekolah Tinggi Pastoral Dian Mandala Gunungsitoli, istilah “paroki” berasal dari bahasa Yunani paroikeo, yang artinya “tinggal berdekatan”. Secara etimologis, paroki merujuk pada komunitas umat beriman yang hidup bersama dalam suatu wilayah geografis tertentu, dipercayakan kepada seorang imam yang bertanggung jawab penuh atas kehidupan rohani jemaatnya.

Tugas Romo Paroki tidak hanya simbolis, melainkan sangat struktural dan sakral, diatur dalam Kitab Hukum Kanonik (KHK) Gereja Katolik. Tiga pilar utama tugasnya adalah:

1. Mengajar (Mewartakan Sabda Allah)
Sesuai Kanon 528 ayat 1, Romo Paroki wajib mewartakan Injil secara utuh kepada seluruh umat. Ini mencakup katekese, pendampingan iman, dan pembinaan nilai-nilai Kristiani dalam kehidupan sehari-hari.

2. Menguduskan (Melaksanakan Sakramen dan Liturgi)
Romo Paroki bertanggung jawab agar Ekaristi menjadi pusat kehidupan paroki. Ia juga melayankan sakramen-sakramen lain seperti Baptis, Krisma (dalam kondisi darurat), Pengurapan Orang Sakit, serta meneguhkan perkawinan—yang kini menjadi titik fokus dalam kasus Aurelie.

3. Memimpin (Gembala Umat)
Dalam Kanon 529, Romo Paroki diwajibkan memimpin umat dengan kasih, keadilan, dan kebijaksanaan pastoral. Ia harus memastikan setiap keputusan—termasuk pemberkatan pernikahan—didasarkan pada penilaian matang, bukan tekanan sosial atau emosional.

Prosedur Pernikahan Katolik: Tidak Bisa Dilakukan Sembarangan
Gereja Katolik memiliki prosedur ketat sebelum sepasang calon mempelai diperbolehkan menikah secara sakramental. Proses ini meliputi:

Pemeriksaan dokumen (akte baptis, surat keterangan bebas nikah, dll.)
Pertemuan pastoral dengan Romo Paroki
Kursus pra-nikah (biasanya berlangsung beberapa minggu)
Penyelidikan kanonik terhadap kesiapan mental, usia, dan kebebasan dari paksaan
Jika salah satu pihak berbeda agama atau belum dibaptis, prosesnya menjadi lebih kompleks dan membutuhkan dispensasi khusus dari Uskup.

Inilah yang membuat publik bertanya-tanya: bagaimana mungkin pernikahan antara Aurelie—yang saat itu masih remaja—dan Bobby bisa lolos dari semua tahapan tersebut? Apakah Romo Paroki yang bersangkutan melakukan kelalaian? Ataukah ada tekanan eksternal yang memengaruhi keputusannya?

TAG:
Sumber:

Berita Lainnya