Siapa Istri Kak Seto? Kisah Cinta dengan Jarak Usia 18 Tahun Kembali Ramai Dibicarakan Pasca Rilis Buku ‘Broken Strings’ Aurelie Moeremans

Siapa Istri Kak Seto? Kisah Cinta dengan Jarak Usia 18 Tahun Kembali Ramai Dibicarakan Pasca Rilis Buku ‘Broken Strings’ Aurelie Moeremans

Kak seto-Instagram-

Siapa Istri Kak Seto? Kisah Cinta dengan Jarak Usia 18 Tahun Kembali Ramai Dibicarakan Pasca Rilis Buku ‘Broken Strings’ Aurelie Moeremans

Nama Kak Seto Mulyadi, psikolog anak yang akrab disapa “Kak Seto”, kembali menjadi sorotan publik di awal tahun 2026. Bukan karena kiprahnya di dunia pendidikan atau perlindungan anak, melainkan lantaran pernikahannya yang memiliki jarak usia cukup signifikan dengan sang istri, Deviana Mulyadi. Sorotan ini muncul setelah buku memoar Broken Strings karya aktris Aurelie Moeremans viral dan memicu diskusi luas di media sosial.



Buku tersebut, yang mengungkap pengalaman pribadi Aurelie terkait dugaan pelecehan dan trauma masa lalu, secara tidak langsung menyeret sejumlah tokoh ke dalam pusaran narasi publik—salah satunya adalah Kak Seto. Meski tidak disebut secara eksplisit sebagai pelaku, cerita dalam buku itu memicu netizen untuk menggali lebih dalam latar belakang kehidupan pribadi para tokoh yang pernah dekat dengannya, termasuk hubungan Kak Seto dengan istrinya.

Viral di Twitter: Perbedaan Usia 18 Tahun Saat Menikah
Pada 14 Januari 2026, akun Twitter @shasiindah mengunggah dua tangkapan layar dari artikel berita lama yang mengulas kisah cinta Kak Seto dan Deviana Mulyadi. Dalam unggahan tersebut, terungkap bahwa Kak Seto pertama kali bertemu Deviana saat ia berusia 35 tahun, sedangkan Deviana baru berusia 16 tahun. Mereka resmi menikah pada 10 Januari 1988, ketika Deviana genap berusia 18 tahun dan Kak Seto berusia 36 tahun—menandai selisih usia 18 tahun dalam pernikahan mereka.

Cuitan tersebut langsung menjadi viral, dengan lebih dari 394.200 tayangan hanya dalam hitungan hari. Respons warganet pun beragam, mulai dari kritik pedas hingga refleksi atas standar moral yang berubah seiring waktu.


“Pantesan gak gubris Mamanya Aurelie, yang dimintai tolong pelaku child grooming ternyata,” tulis @shasiindah, memicu gelombang komentar bernada skeptis.

Akun @postmortemmd menimpali dengan nada sarkastik:

“‘Cukup dewasa untuk anak seusia dia’. Kata-kata khas groomer.”

Sementara akun @deckychandr menyatakan keterkejutannya:

“Njir, awal 2026 ngelihat Kak Seto downfall is not on my list.”

Tak sedikit pula yang menyoroti konteks historis dan evolusi pemahaman sosial tentang usia pernikahan. Akun @ugethug menulis:

“Di zamannya, Kakek Seto mungkin menganggap lumrah pernikahan anak di bawah umur karena memang marak. Tapi zaman makin maju, informasi makin mudah didapat. Harusnya seorang ‘sahabat anak’ sudah teredukasi dan bisa speak up menentang child grooming.”

Siapa Deviana Mulyadi, Istri Kak Seto?
Deviana Mulyadi, lahir pada tahun 1968, merupakan sosok yang selama ini menjaga kehidupan pribadinya jauh dari sorotan media. Ia dikenal sebagai sosok yang setia mendampingi Kak Seto dalam perjalanan panjang karier dan aktivisme sosialnya. Meski pernikahan mereka kerap dikaitkan dengan kontroversi usia, pasangan ini telah menjalani rumah tangga selama hampir empat dekade.

Dari pernikahan tersebut, Kak Seto dan Deviana dikaruniai empat orang anak—tiga putri dan satu putra—dan kini telah menjadi kakek-nenek bagi beberapa cucu. Keluarga kecil mereka tinggal di Jakarta, dan Deviana kerap tampil mendampingi suaminya dalam acara sosial maupun seminar parenting, meski jarang memberikan pernyataan publik.

Refleksi Publik: Antara Norma Zaman Dulu dan Kesadaran Hari Ini
Perbincangan mengenai pernikahan Kak Seto dan Deviana membuka ruang diskusi yang lebih luas tentang batas etika dalam hubungan dengan selisih usia besar, terutama ketika salah satu pihak masih remaja. Di era 1980-an, pernikahan dini memang relatif umum di Indonesia, baik karena faktor budaya, ekonomi, maupun norma sosial yang berbeda. Namun, di tengah kemajuan literasi digital dan kesadaran akan hak anak, masyarakat kini lebih kritis menilai dinamika kekuasaan dalam hubungan semacam itu.

Sebagai figur publik yang dikenal sebagai “Sahabat Anak”, ekspektasi publik terhadap Kak Seto memang lebih tinggi. Banyak yang berharap ia tidak hanya menjadi pelindung anak secara retoris, tetapi juga konsisten dalam praktik kehidupan pribadinya—termasuk dalam hal memilih pasangan hidup.

Baca juga: Kak Seto Angkat Bicara soal Tuduhan Abaikan Kasus Child Grooming Aurelie Moeremans: Standar Perlindungan Anak Sudah Berubah

TAG:
Sumber:

Berita Lainnya