Niat Sholat Witir Ramadan 2023 Lengkap - Tata Cara Dari Awal, Doa Setelah Sholat, Keutamaan dan Hikmahnya

Niat Sholat Witir Ramadan 2023 Lengkap - Tata Cara Dari Awal, Doa Setelah Sholat, Keutamaan dan Hikmahnya

Ziarah di Madura? Inilah 8 Tempat Wisata Religi di Madura yang Paling Dihormati Seluruh Masyarakat, Ada Masjid Unik yang Memikat Mata--

SITNAS.id - Sholat witir adalah salah satu jenis sholat sunnah yang dilakukan pada malam hari setelah sholat isya.

Sholat witir memiliki keutamaan yang sangat besar di dalam agama Islam, karena di dalamnya terdapat pahala yang besar dan dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.



Menurut hadis yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah SWT adalah Wajib (yang harus dilaksanakan) tiga rakaat sholat Witir pada setiap malam." (HR Abu Dawud).

Dalam pelaksanaannya, sholat witir dapat dilakukan secara berjamaah maupun sendirian. Namun, lebih dianjurkan untuk melakukannya secara berjamaah karena dapat menambah keberkahan dan meningkatkan silaturahmi antar sesama muslim.

Tata Cara Sholat Witir

Adapun tata cara melaksanakan sholat witir adalah sebagai berikut:

  1. Melakukan niat sholat witir di dalam hati sebelum memulai sholat.
  2. Memulai sholat dengan membaca takbiratul ihram.
  3. Melakukan sholat seperti sholat Maghrib, yaitu dengan melakukan dua rakaat.
  4. Setelah itu, melakukan rakaat ketiga dengan membaca surah Al-Ikhlas atau surah lainnya.
  5. Setelah selesai rakaat ketiga, membaca doa qunut secara singkat atau panjang sesuai dengan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
  6. Setelah itu, mengangkat tangan untuk membaca takbir kemudian melakukan sujud dan membaca doa yang dianjurkan.
  7. Kemudian, duduk di antara dua sujud dan membaca doa yang dianjurkan.
  8. Setelah selesai sholat witir, membaca salam.


×

Dalam salah satu hadis, Rasulullah SAW menganjurkan untuk melaksanakan sholat witir sebagai penutup dari sholat-sholat yang dilakukan umat Muslim dalam satu hari. Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis berikut:

اِجْعَلُوْا اٰخِرَ صَلَاتِكُمْ مِنَ الَّليْلِ وِتْراً

Artinya: "Jadikanlah akhir sholat kalian semua di malam hari dengan dengan sholat witir" (HR Bukhari)

Ketika hendak melaksanakan sholat witir, hendaknya umat muslim membaca niat karena niat merupakan salah satu rukun sholat witir.

Berikut lafal niat sholat witir:

1. Niat Sholat Witir Satu Rakaat

أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab latin: Ushallî sunnatan minal witri rak'atan lillahi ta'âlâ

Artinya: "Aku niat sholat sunnah witir satu rakaat karena Allah ta'ala."

2. Niat Sholat Witir Dua Rakaat

أُصَلِّيْ سُنَّةً مِنَ الْوِتْرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Arab latin: Ushallî sunnatan minal witri rak'ataini lillahi ta'âlâ

Artinya: "Aku niat sholat sunnah witir dua rakaat karena Allah ta'ala."

Jumlah Rakaat Sholat Witir

Mengenai jumlah rakaat sholat witir, sebenarnya tidak ada hitungan jumlah rakaat secara khusus. Dengan demikian, umat muslim boleh mengerjakannya sesuai keinginan dan kemampuannya, asalkan jumlah rakaatnya ganjil.

Umat muslim boleh mengerjakan sholat witir dalam satu, tiga, atau lima rakaat, dan seterusnya. Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits, yaitu:

اَلْوِتْرُ حَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ، مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِخَمْسٍ فَلْيَفْعَلْ، وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِثَلَاثٍ فَلْيَفْعَلْ، وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يُوتِرَ بِوَاحِدَةٍ فَلْيَفْعَلْ

Artinya: "(Shalat) witir adalah hak bagi semua umat Islam, maka barang siapa yang suka untuk melakukan witir dengan lima rakaat, maka lakukanlah. Barang siapa yang suka melakukan witir dengan tiga rakaat, maka lakukanlah. Dan, barang siapa yang yang suka melakukan sholat witir dengan satu rakaat, maka lakukanlah." (HR Abu Dawud, An-Nasa'i, dan Ibnu Majah).

Namun, terkait hal ini, para ulama berbeda pendapat. Disebutkan bahwa ada jumlah rakaat yang lebih baik dari yang lainnya, ada juga jumlah rakaat yang sangat baik.

Habib Zain bin Ibrahim bin Sumaith dalam kitab Taqrirat as-Sadidah menjelaskan, jumlah rakaat paling sedikit dalam sholat witir adalah satu rakaat. Namun, jika ini dilakukan terus-menerus tanpa adanya uzur tertentu, maka menjadi makruh hukumnya. Dia berpendapat, melaksanakan sholat witir sebanyak tiga rakaat lebih baik dari satu rakaat, sedangkan paling sempurna adalah dilakukan sampai sebelas rakaat. (Habib Zain Ibrahim bin Sumaith, Taqriratus Sadidah, [Darul Ilmi wad Dakwah, Tarim, 2003], halaman 281-282).

Bacaan Sholat Witir Sesuai Jumlah Rakaatnya

Dalam pelaksanaan sholat witir, ada beberapa bacaan yang dianjurkan. Bacaan yang dianjurkan ini berbeda-beda di setiap jumlah rakaat witir yang dilaksanakan, berikut ini penjelasannya:

1. Bacaan Sholat Witir 1 Rakaat

Jika sholat witir dikerjakan dalam satu rakaat, maka bacaan surah yang dianjurkan adalah membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas setelah membaca surah Al-Fatihah.

2. Bacaan Sholat Witir 3 Rakaat

Jika umat muslim mengerjakan sholat witir sebanyak 3 rakaat, maka maka bacaan surah yang dianjurkan adalah surah Al-A'la pada rakaat pertama, surah Al-Kafirun pada rakaat kedua, dan surah Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas pada rakaat yang ketiga.

3. Bacaan Sholat Witir Melebihi Tiga Rakaat

Jika jumlah rakaat sholat witir yang dikerjakan jumlahnya melebihi tiga rakaat, maka disunahkan membaca surah Al-Qadr di setiap awal rakaat dan membaca surah Al-Kafirun pada rakaat yang kedua.

Kesunahan membaca surah tersebut terus berlanjut sampai pada rakaat kedelapan. Sedangkan pada rakaat kesembilan, dianjurkan mengikuti bacaan yang telah dijelaskan pada poin 2, yaitu membaca Surat Al-A'la pada rakaat kesembilan, membaca surah Al-Kafirun pada rakaat kesepuluh, dan membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas pada rakaat kesebelas (Sayyid Muhammad Abdullah al-Jurdani, Fathul Allam bi Syarhi Mursyidil Anam, [Bairut: Dar Ibnu Hazm, Lebanon, 1997], juz II, h. 73).

Dalam melakukan sholat witir, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar sholat tersebut diterima oleh Allah SWT, antara lain:

  1. Melakukan sholat witir secara rutin dan konsisten.
  2. Menjaga khusyuk dan khudhu' (perasaan takut dan harap kepada Allah SWT) di dalam sholat.
  3. Membaca surah atau ayat yang sesuai di dalam setiap rakaatnya.
  4. Memperbanyak doa dan dzikir setelah sholat witir.

Doa Setelah Mengerjakan Shalat Witir

Setelah melakukan sholat witir, umat muslim juga dianjurkan untuk membaca dzikir berikut:

سُبْحَانَ المَلِكِ القُدُّوسِ

Artinya: "Mahasuci Allah Dzat Yang Maha Merajai dan Yang Maha Esa."

Bacaan dzikir di atas dibaca sebanyak 3 kali, dan pada bacaannya yang ketiga dianjurkan untuk lebih mengeraskan suara melebihi bacaan pertama dan kedua.

Setelah itu, dilanjutkan dengan membaca doa berikut:

سُبْحَانَ المَلِكِ القُدُّوْسِ رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوْحِ، جَلَّلْتَ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضِ بِالعَظَمَةِ وَالْجَبَرُوْتِ، وَتَعَزَّزْتَ بِالْقُدْرَةِ، وَقَهَّرْتَ الْعِبَادَ بِالْمَوْتِ. اَللّٰهُمَّ إنِّيْ أَعُوذُ بِرِضَـاكَ مِنْ سُخْطِكَ بِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ لَا أُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم (وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ)

Artinya: "Mahasuci Allah Penguasa Yang Kudus, Tuhan para malaikat dan Jibril. Engkau penuhi langit dan bumi dengan kemuliaan dan keperkasaan-Mu. Engkau memiliki keperkasaan dengan kekuasaan-Mu, dan Engkau tundukkan hamba-Mu dengan kematian. "Ya Allah, aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung dengan maaf-Mu dari siksaan-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari-Mu, aku tidak bisa menyebut semua pujian untuk-Mu sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri. Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan terkutuk dari tiupan dan bisikannya, dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan (ingatlah kisah) Zun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, 'Tidak ada tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim."

Setelah membaca doa di atas, dapat dilanjutkan dengan membaca bacaan berikut:

يَاحَيُّ يَاقَيُّوْمُ لَاإِلٰهَ اِلَّا أَنْتَ سُبْحَــانَكَ إِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ

Artinya: "Wahai Dzat Yang Mahahidup dan berdiri sendiri, tiada tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim." (Bacaan ini paling baik dibaca sampai 40 kali)

Setelah itu, diakhiri dengan membaca ayat berikut:

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذٰلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ

Artinya: "Maka Kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedudukan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman." (Habib Zain bin Sumaith, Taqriratus Sadidah, 2003, halaman 287).

Keutamaan Sholat Witir

Sholat witir juga memiliki keutamaan yang sangat besar di dalam agama Islam, antara lain:

  1. Mendapatkan pahala sholat malam (tahajjud).
  2. Menjadi salah satu amalan yang dicintai oleh Allah SWT.
  3. Dapat memohon kebaikan dan keberkahan bagi diri sendiri dan keluarga.
  4. Dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Dalam kesimpulannya, sholat witir merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam agama Islam. Selain memberikan pahala yang besar, sholat witir juga dapat mempererat hubungan antar sesama muslim dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sumber:

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya

gzm