Jangan Lagi Bilang I Don’t Like Monday – Ini 5 Alasan Mengapa Senin Justru Hari Penuh Berkah dan Keistimewaan dalam Islam

Jangan Lagi Bilang I Don’t Like Monday – Ini 5 Alasan Mengapa Senin Justru Hari Penuh Berkah dan Keistimewaan dalam Islam

Ilustrasi gadis kampus--

Jangan Lagi Bilang I Don’t Like Monday – Ini 5 Alasan Mengapa Senin Justru Hari Penuh Berkah dan Keistimewaan dalam Islam

Masih sering mendengar atau bahkan mengucapkan kalimat, “I don’t like Monday”? Mungkin kamu merasa Senin identik dengan kembali ke rutinitas yang melelahkan, bangun pagi-pagi, atau bertemu tumpukan tugas yang tak kunjung habis. Namun, tahukah kamu bahwa dalam pandangan Islam, hari Senin justru memiliki keistimewaan luar biasa yang jarang disadari?



Justru karena itulah, sudah saatnya kita menghentikan kebiasaan mengeluh atau membenci hari Senin. Apalagi sampai membiarkan rasa malas menguasai diri hanya karena “Hari pertama kerja” ini. Bukan hanya merusak suasana hati, mentalitas negatif terhadap Senin juga bisa memicu sikap ogah-ogahan yang berdampak pada produktivitas, semangat ibadah, bahkan kualitas hubungan sosial.

Mari ubah perspektif! Hari Senin bukanlah awal dari beban, melainkan awal dari peluang—peluang untuk beribadah, berprestasi, dan meraih rahmat Allah SWT. Dalam ajaran Islam, Senin bahkan disebut sebagai hari mulia, penuh keberkahan, dan momen penting dalam sejarah kenabian serta wahyu Ilahi.

Berikut ini lima alasan kuat—berdasarkan dalil sahih—mengapa Senin layak disambut dengan sukacita, bukan keluhan:


1. Wahyu Al-Qur’an Pertama Kali Diturunkan di Hari Senin
Salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah umat Islam terjadi pada hari Senin. Tepat di bulan Ramadhan, di gua Hira, wahyu pertama Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril.

Nabi bersabda:

“Hari tersebut merupakan hari aku dilahirkan, diutus (sebagai nabi), dan diturunkannya Al-Qur’an kepadaku.”
(HR. Muslim)

Bayangkan: hari yang menjadi awal turunnya petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia, hari yang mengubah peradaban, ternyata jatuh pada hari Senin. Bukankah itu alasan yang cukup untuk menyambut Senin dengan penuh syukur?

2. Hari Kelahiran dan Wafatnya Nabi Muhammad SAW
Senin juga menyimpan dua momen paling sakral dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW: hari kelahirannya dan hari wafatnya. Beliau lahir pada 12 Rabi’ul Awwal, bertepatan dengan hari Senin, dan kembali ke rahmatullah pada hari yang sama.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagimu.”
(QS. Al-Ahzab: 21)

Maka, Senin bukan sekadar hari biasa—ia adalah hari yang mengingatkan kita pada akhlak mulia, keteladanan, dan cinta kepada Sang Nabi. Menghormati hari ini dengan semangat ibadah dan amal baik adalah bentuk cinta kita kepada beliau.

3. Hari Disunnahkan Puasa Senin-Kamis
Tahukah kamu? Nabi Muhammad SAW secara konsisten berpuasa setiap hari Senin dan Kamis. Beliau bahkan menganjurkan umatnya untuk mengikuti sunnah ini.

Dalam sebuah hadis disebutkan:

“Amal-amal manusia diperiksa setiap hari Senin dan Kamis, maka aku menyukai amal perbuatanku diperiksa saat aku berpuasa.”
(HR. Tirmidzi, dinilai hasan oleh Al-Albani)

Artinya, Senin adalah momentum spiritual yang sangat strategis. Di hari ini, amal kita sedang “diaudit” oleh Allah SWT. Maka, bukankah lebih baik jika kita mengisinya dengan ibadah, bukan kemalasan?

4. Pintu Surga Dibuka Lebar pada Hari Senin
Bayangkan: setiap hari Senin, seluruh pintu surga dibuka selebar-lebarnya! Allah SWT membuka gerbang rahmat-Nya bagi hamba-hamba yang bertakwa.

Rasulullah SAW bersabda:

“Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Semua hamba yang tidak menyekutukan Allah diampuni dosanya—kecuali seseorang yang memiliki permusuhan dengan saudaranya.”
(HR. Muslim)

TAG:
Sumber:

Berita Lainnya