15 Ide Kegiatan Isra Miraj 2026 di SMA: Edukatif, Interaktif, dan Gaya Anak Muda Zaman Now yang Bikin Spiritualitas Jadi Viral!

15 Ide Kegiatan Isra Miraj 2026 di SMA: Edukatif, Interaktif, dan Gaya Anak Muda Zaman Now yang Bikin Spiritualitas Jadi Viral!

Ilustrasi Masjid--

15 Ide Kegiatan Isra Miraj 2026 di SMA: Edukatif, Interaktif, dan Gaya Anak Muda Zaman Now yang Bikin Spiritualitas Jadi Viral!
Tanggal 16 Januari 2026 bukan hanya sekadar hari libur nasional biasa. Di balik cuti panjang tiga hari berturut-turut itu, tersimpan momen sakral nan historis: peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, peristiwa spiritual luar biasa yang menjadi fondasi ibadah shalat lima waktu dalam Islam. Menurut kalender Hijriah, peringatan ini jatuh pada 27 Rajab 1447 H, dan telah ditetapkan resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai hari libur nasional.

Namun, di tengah euforia liburan, penting untuk tidak melupakan esensi dari momen ini—khususnya bagi siswa SMA, yang sedang berada di fase krusial pembentukan identitas, nilai, dan spiritualitas. Isra Miraj bukan hanya tentang kisah mistis perjalanan malam Nabi dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu ke Sidratul Muntaha. Ini adalah peluang emas untuk menanamkan disiplin, keteladanan, akhlak, dan kedekatan dengan Allah SWT melalui pendekatan yang relevan dengan dunia remaja modern.



Masalahnya? Sering kali, perayaan Isra Miraj di sekolah terasa kaku, monoton, dan jauh dari minat siswa. Padahal, dengan sedikit kreativitas, teknologi, dan pemahaman mendalam tentang karakter Generasi Z, momen ini bisa diubah menjadi pengalaman spiritual yang menyentuh hati, menggugah pikiran, dan bahkan viral di media sosial!

Berikut ini 15 ide kegiatan Isra Miraj 2026 untuk SMA yang dirancang khusus untuk remaja Muslim kekinian—menggabungkan nilai edukasi, interaktivitas, dan gaya hidup digital tanpa kehilangan esensi religiusnya.

1. Lomba Adzan dan Tilawah Al-Qur’an: Suara yang Menggetarkan Jiwa
Bukan sekadar kompetisi suara merdu, lomba ini menjadi wadah siswa memahami tajwid, makhorijul huruf, dan makna bacaan Al-Qur’an secara mendalam. Dengan penilaian dari ustaz kompeten dan penonton langsung, suasana menjadi khidmat sekaligus kompetitif. Menariknya, para peserta tidak hanya berlomba—mereka juga menghidupkan ruang ibadah dengan suara yang mengingatkan pada inti Isra Miraj: shalat.


2. Pidato Digital Isra Miraj: Saat Anak Zaman Now Bicara Soal Shalat di Tengah Kegaduhan Dunia Maya
Bayangkan remaja SMA naik panggung (atau rekam video) membahas “Shalat sebagai Antidot Stres Akademik” atau “Isra Miraj dan Digital Detox di Era TikTok”. Lomba pidato ini mengajak siswa menghubungkan nilai spiritual dengan realitas sehari-hari. Sesi tanya jawab interaktif setelahnya bisa memicu diskusi jujur tentang tantangan shalat di tengah tekanan sekolah dan sosial media.

3. Debat Akhlak ala Nabi: Etika di Dunia Nyata vs Dunia Maya
Generasi Z tumbuh di dunia digital—tapi bagaimana mereka berakhlak di kolom komentar, grup WhatsApp, atau saat live game online? Debat ini menguji kemampuan siswa menganalisis isu kontemporer seperti cancel culture, ghosting, atau hoaks, lalu menimbangnya dengan akhlak Nabi Muhammad SAW. Format debat yang santun namun tajam melatih kritisisme moral dan empati digital.

4. Kompetisi Kaligrafi Digital: Ketika Seni Islam Bertemu Desain Grafis Modern
Siapa bilang kaligrafi harus di atas kertas? Di era digital, siswa bisa mengekspresikan ayat-ayat terkait Isra Miraj atau shalat melalui Canva, Procreate, atau Adobe Illustrator. Hasil karya terbaik bisa menjadi poster edukasi, konten Instagram, atau bahkan NFT islami. Dakwah pun jadi aesthetic, relatable, dan mudah disebar ke ribuan pengikut!

5. Pengajian Tematik Bareng Ustadz Muda: Ringan, Relatable, Tapi Menyentuh Hati
Undang ustadz muda yang paham bahasa gaul, trending topic, dan dunia remaja! Tema seperti “Shalat: Hadiah Langit buat Anak Sekolah” disampaikan dengan narasi santai, penuh analogi, dan humor segar. Sesi diskusi kelompok usai pengajian memungkinkan siswa bertanya jujur—tanpa takut dihakimi—soal keraguan, kegalauan, atau keinginan untuk lebih dekat dengan Allah.

6. Drama Musikal Isra Miraj: Sejarah Islam yang Hidup di Atas Panggung
Bayangkan panggung sekolah berubah jadi Masjidil Aqsa, lengkap dengan efek cahaya Buraq, latar musik orkestra minimalis, dan kostum bernuansa Timur Tengah. Drama musikal ini tidak hanya menghibur—tapi juga menghidupkan sejarah secara emosional. Siswa yang terlibat sebagai aktor, penulis naskah, atau kru teknis belajar kerjasama, dedikasi, dan makna spiritual secara holistik.

7. Nasyid Modern: Iman yang Mengalun dalam Irama Pop dan Akustik
Grup nasyid sekolah bisa berkolaborasi dengan band sekolah untuk menciptakan lagu bertema “Shalatku, Pelindungku” atau “Jejak Buraq di Hatiku”. Aransemen modern—akustik, pop, bahkan EDM islami—membuat pesan rohani terasa hangat dan menyatu. Rekaman penampilan bisa diunggah di TikTok, YouTube, atau Spotify, menjangkau ribuan remaja di luar sekolah.

8. Seminar Leadership ala Nabi Muhammad: Belajar Jadi Pemimpin dari Sang Teladan
Isra Miraj bukan hanya soal perjalanan spiritual—tapi juga keberanian, visi, dan keteguhan iman seorang pemimpin. Dalam seminar ini, siswa diajak menelisik gaya kepemimpinan Nabi: dari dialog dengan malaikat hingga kembali ke Bani Quraish yang menertawakannya. Sesi refleksi pribadi memungkinkan siswa menulis komitmen kepemimpinan islami versi mereka sendiri.

9. #ShalatChallenge di Media Sosial: Viralkan Ibadah, Bukan Gosip!
Ajak seluruh siswa ikut #ShalatChallenge—membagikan momen shalat mereka dengan caption inspiratif seperti “Subuh: Waktu Aku Mendengar Suara Hati” atau “Shalatku, Tanganku Menggapai Langit”. Sekolah menyediakan template edukatif dan panduan konten agar tetap sopan, tulus, dan bebas riya’. Ini adalah bentuk dakwah digital generatif yang membangun komunitas spiritual online.

10. Live Instagram Kajian Gen Z: Ngobrol Santai Bareng Ustadz Hits
Kajian tak harus di masjid dengan suasana khidmat. Melalui Instagram Live, ustadz muda bisa menjawab pertanyaan siswa soal shalat ketika lelah, pacaran dalam Islam, bahkan FOMO (Fear of Missing Out)—semua dikaitkan dengan nilai Isra Miraj. Fitur Q&A langsung membuat sesi jadi personal, interaktif, dan relevan.

11. Booth Foto Edukatif: Selfie di Tujuh Langit, Bawa Pulang Hikmah
Siapkan spot foto bertema Sidratul Muntaha, Buraq terbang, atau Masjidil Aqsa dengan latar augmented reality (AR). Setiap spot dilengkapi kutipan inspiratif seperti: “Nabi sampai ke langit ke-7. Kamu sampai mana dalam ketaatan?” Hasil foto yang diunggah di media sosial menjadi dakwah visual yang menyebar luas—tanpa terasa, nilai agama tersampaikan lewat konten kekinian.

12. VR Tour Masjidil Haram & Aqsa: Jelajahi Jejak Isra Miraj Secara Imersif
Dengan bantuan headset VR, siswa bisa “mengunjungi” dua masjid suci dalam peristiwa Isra Miraj. Pengalaman imersif ini tidak hanya memperkaya pengetahuan sejarah, tapi juga menumbuhkan kerinduan akan tanah suci. Sesi refleksi usai tur membantu siswa menghubungkan perjalanan fisik Nabi dengan perjalanan spiritual pribadi mereka.

13. Podcast Rohis Kolaboratif: Ngobrol Ringan, Tapi Berisi Makna
Siswa diajak membuat podcast bertema “Isra Miraj dari Kacamata Remaja”, dengan episode seperti “Kenapa Aku Sering Skip Shalat?” atau “Temanku yang Rajin Tahajud di Tengah Ujian Nasional”. Podcast ini diunggah di Spotify, YouTube, atau platform sekolah, menjadi arsip dakwah digital yang tahan lama dan mudah diakses kapan saja.

Sumber:

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya