Biodata Dewa Peserta MasterChef Indonesia Season 13 Asal Bali yang Raih Immunity Pin dalam Drama Eliminasi Ganda yang Mengguncang Dapur Kompetisi
Dewa-Instagram-
Biodata Dewa Peserta MasterChef Indonesia Season 13 Asal Bali yang Raih Immunity Pin dalam Drama Eliminasi Ganda yang Mengguncang Dapur Kompetisi
Dunia kuliner Indonesia kembali diguncang oleh aksi memukau di dapur MasterChef Indonesia Season 13. Episode yang tayang pada Sabtu, 10 Januari 2026 di RCTI dan RCTI+ ini menjadi salah satu yang paling dramatis sepanjang musim berkat keputusan eliminasi ganda dan keberanian luar biasa dari seorang kontestan asal Bali: I Dewa Gede Oka, atau yang akrab disapa Dewa. Ia berhasil mengamankan Immunity Pin—tiket emas yang memberinya kekebalan sementara dari tekanan eliminasi—setelah menaklukkan tantangan ekstrem melawan rekan-rekannya yang terancam pulang.
Tantangan Tim Awal: Strategi Elsa Menentukan Nasib Peserta
Episode dimulai dengan ujian kolaborasi yang menuntut sinergi sempurna antar peserta. Dalam tantangan tim beranggotakan tiga orang, para kontestan harus bekerja sama untuk menyajikan hidangan yang memuaskan lidah tiga juri legendaris: Chef Juna Rorimpandey, Chef Karen Carlotta, dan Chef Norman Ismail.
Sebagai pemenang tantangan sebelumnya, Elsa diberi hak istimewa untuk menentukan komposisi kelompok. Keputusannya tak hanya memengaruhi dinamika sosial di dapur, tetapi juga menentukan siapa yang berpeluang aman dan siapa yang terancam. Hanya tiga tim yang mampu memenuhi standar tinggi para juri dan langsung lolos tanpa harus menghadapi babak penentuan nasib selanjutnya.
Namun, bagi tiga tim lainnya, perjuangan baru saja dimulai.
Pressure Test Berbahan Ubi: Ujian Kreativitas dan Ketelitian
Peserta yang gagal dalam tantangan tim harus menghadapi pressure test dengan bahan utama ubi—komoditas lokal yang sering diremehkan, namun justru menjadi ujian sempurna untuk mengukur kedalaman teknik dan inovasi kuliner. Mereka ditugaskan untuk mengolah ubi menjadi hidangan yang tidak hanya lezat, tetapi juga estetis dan memperlihatkan identitas pribadi sang koki.
Tiga nama pun dipanggil ke meja juri karena performa mereka dinilai kurang memuaskan:
Okky, penjual nasi kuning asal Dumai, Riau, yang selama ini dikenal karena cita rasa autentik dan akar budaya masakannya;
Mickey, musisi asal Bogor yang membawa sentuhan artistik dalam setiap plating-nya; dan
Alvafira, kontestan yang kerap menunjukkan potensi besar namun kali ini belum mampu bersinar maksimal.
Mereka dihadapkan pada tantangan paling menegangkan: duplicate dish ala Chef Norman. Tugasnya? Mereplikasi hidangan sang juri secara presisi—dari tekstur, rasa, hingga presentasi visual—dalam waktu terbatas dan di bawah tekanan psikologis yang luar biasa.
Kejutan dari Chef Juna: Dewa Ambil Risiko Besar demi Immunity Pin
Di tengah ketegangan yang memuncak, Chef Juna tiba-tiba melemparkan ide yang mengubah arah episode: ia mengundang salah satu kontestan yang sudah aman untuk turun ke arena pressure test dan bersaing demi mendapatkan Immunity Pin.
Hadiah ini bukan sekadar simbol—melainkan perlindungan strategis yang sangat berharga. Pemiliknya bisa melewati satu kali pressure test di masa depan tanpa risiko eliminasi (dengan syarat tertentu). Namun, taruhannya besar: jika kalah, ia ikut tereliminasi.
Dari semua kontestan yang aman, hanya Dewa yang berani maju. Pegawai restoran berusia 27 tahun asal Klungkung, Bali, ini dikenal memiliki fondasi teknis dapur yang solid dan mental tenang di bawah tekanan. Dengan penuh keyakinan, ia menerima tantangan itu dan bergabung dalam pertarungan sengit melawan Okky, Mickey, dan Alvafira.
Penilaian Juri: Dewa Unggul, Okky dan Mickey Harus Pulang
Setelah penilaian intensif, para juri sepakat bahwa Dewa berhasil mereplikasi hidangan Chef Norman dengan akurasi luar biasa. Teknik memasaknya presisi, rasa seimbang, dan presentasinya elegan tanpa kehilangan esensi asli resep. Performanya dinilai paling mendekati sempurna, sehingga ia dinobatkan sebagai pemenang dan resmi menerima Immunity Pin.
Namun, kemenangan Dewa datang dengan harga emosional. Karena format eliminasi ganda diterapkan, dua dari tiga peserta di pressure test harus pulang. Dengan berat hati, juri memutuskan Okky dan Mickey sebagai kontestan yang tereliminasi.
Kepergian mereka meninggalkan kesan mendalam. Okky, dengan warisan kuliner Melayu yang kaya, dan Mickey, yang menggabungkan seni musik dan visual dalam masakannya, telah menjadi favorit banyak penonton. Namun, dunia MasterChef tak kenal kompromi—hanya yang terbaik yang bertahan.
Sementara itu, Alvafira berhasil selamat, meski harus berjuang keras untuk mempertahankan posisinya.
Siapa Dewa? Profil Lengkap Sang Pemegang Immunity Pin
Nama lengkapnya I Dewa Gede Oka, lahir dan besar di Kabupaten Klungkung, Bali. Di usia 27 tahun, Dewa bekerja sebagai pegawai restoran, tempat ia mengasah kemampuan teknisnya sehari-hari. Meski bukan lulusan sekolah kuliner formal, ia membuktikan bahwa dedikasi, latihan konsisten, dan pemahaman mendalam tentang bahan lokal bisa membawanya sejajar dengan koki profesional.