Siapa Ayu Dyah Andari? Istri Muliandy Nasution Commercial Director GarudaTV yang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Tragis di Bangka Belitung
Muliandi-Instagram-
Siapa Ayu Dyah Andari? Istri Muliandy Nasution Commercial Director GarudaTV yang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Tragis di Bangka Belitung
Dunia media dan kewirausahaan nasional tengah berduka. Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya: Muliandy Nasution, Commercial Director Garuda TV sekaligus pengusaha visioner, yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Sabtu, 10 Januari 2026. Almarhum menghembuskan napas terakhir dalam usia 42 tahun, meninggalkan warisan profesionalisme, kepemimpinan, dan cinta terhadap pembangunan berbasis sumber daya manusia.
Kabar duka ini menyebar cepat di jagat maya dan media massa, memicu gelombang simpati dari berbagai kalangan—mulai dari rekan bisnis, kolega media, hingga masyarakat umum. Namun di balik sorotan publik terhadap karier gemilangnya, banyak pihak juga penasaran: siapa sebenarnya istri Muliandy Nasution? Siapa perempuan yang setia mendampinginya sejak masa-masa awal perjuangan hingga puncak kesuksesan?
Detik-Detik Tragis di Jalanan Bangka Barat
Belum ada rincian resmi mengenai penyebab pasti kecelakaan yang merenggut nyawa Muliandy Nasution. Namun, berdasarkan informasi awal dari aparat setempat, insiden terjadi saat almarhum sedang dalam perjalanan dinas di wilayah Bangka Barat. Kendaraan yang ditumpanginya mengalami kecelakaan tunggal, dan meski sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, nyawanya tak tertolong.
Manajemen Garuda TV telah mengonfirmasi kabar duka tersebut melalui unggahan resmi di Instagram. Dalam pernyataannya, pihak stasiun televisi menyebut Muliandy sebagai “sosok yang penuh semangat, inovatif, dan berintegritas tinggi.” Unggahan itu pun disertai doa agar almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga diberikan ketabahan.
Ucapan Belasungkawa Mengalir dari Berbagai Penjuru
Duka atas kepergian Muliandy Nasution tidak hanya dirasakan oleh internal Garuda TV. Organisasi-organisasi nasional, termasuk Badan Pengurus Besar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), turut menyampaikan belasungkawa. Sebagai anggota aktif HIPMI, Muliandy dikenal sebagai figur yang kerap menjadi jembatan antara dunia usaha dan kebijakan publik.
Rekan-rekan sesama pengusaha juga membanjiri media sosial dengan ungkapan duka. Banyak yang menyebutnya sebagai “mentor diam-diam” bagi generasi muda yang ingin membangun bisnis berkelanjutan. Bahkan, beberapa startup yang pernah dibimbingnya mengaku kehilangan sosok yang selalu memberikan masukan tajam namun penuh empati.
Jejak Karier yang Menginspirasi: Dari Freeport hingga Garuda TV
Lahir pada tahun 1983, Muliandy Nasution membangun reputasi profesional yang sulit ditandingi. Pendidikannya mencerminkan komitmennya terhadap ilmu pengetahuan dan globalisasi: ia meraih Master of Business Administration (MBA) dari Jena Applied Science University di Jerman, Magister Manajemen dari Swiss German University, serta Master of Law dalam International Trade and Commercial Law dari Universitas Islam Jakarta.
Karier profesionalnya dimulai di raksasa pertambangan Freeport Indonesia, lalu berlanjut ke Shell, dan mencapai puncaknya di General Electric (GE) Indonesia, di mana ia dipercaya menjadi direktur pada usia 33 tahun—prestasi langka bagi profesional asal Indonesia di perusahaan multinasional.
Namun, justru di puncak kariernya, Muliandy memilih jalan yang berbeda. Ia menolak promosi ke Singapura demi tetap dekat dengan keluarga, dan pada tahun 2018, ia mendirikan Fath Capital, sebuah firma penasihat keuangan independen yang fokus pada restrukturisasi, merger & akuisisi, serta pendanaan IPO.
Hingga kini, Fath Capital telah mengelola 83 portofolio bisnis, dengan 50 di antaranya berhasil exit. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah memfasilitasi pendanaan senilai Rp1,76 triliun untuk proyek energi terbarukan—bukti nyata bahwa ia tidak hanya mengejar profit, tetapi juga dampak sosial dan lingkungan.
Visi Ekonomi Berbasis Manusia, Bukan Hanya Teknologi
Berbeda dari tren kebanyakan pengusaha muda yang terobsesi pada teknologi digital, Muliandy justru percaya bahwa kekuatan ekonomi Indonesia terletak pada sumber daya manusianya. Ia aktif mengembangkan bisnis di sektor padat karya seperti fashion, konveksi, dan logistik—industri yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Ia juga mendirikan Spora Indonesia, startup layanan kendaraan listrik yang bertujuan membuktikan bahwa SDM lokal mampu menciptakan solusi transportasi berkelanjutan, bukan hanya menjadi konsumen pasif. Baginya, kemandirian bangsa dimulai dari kemampuan anak-anak muda Indonesia untuk menciptakan nilai tambah dari dalam negeri.
Selain itu, Muliandy menjabat sebagai Executive Director Koperasi Garudayaksa Nusantara, koperasi nasional yang diprakarsai oleh Prabowo Subianto. Atas dedikasinya, ia dianugerahi Indonesia Young Business Leader Award 2022—penghargaan bergengsi yang mengakui kontribusinya terhadap perekonomian nasional.
Ayu Dyah Andari: Sosok di Balik Kesuksesan Muliandy Nasution
Di tengah sorotan terhadap pencapaian profesionalnya, nama Ayu Dyah Andari kini menjadi perbincangan hangat. Dialah istri Muliandy Nasution—perempuan yang selama ini menjadi pilar utama dalam kehidupan pribadi sang visioner.