Apa Penyebab Muliandy Nasution Meninggal Dunia? Inilah Kronologi Kematian Director GarudaTV, Benarkah Akibat Kecelakaan di Bangka Belitung?

Apa Penyebab Muliandy Nasution Meninggal Dunia? Inilah Kronologi Kematian Director GarudaTV, Benarkah Akibat Kecelakaan di Bangka Belitung?

Muliandi-Instagram-


Apa Penyebab Muliandy Nasution Meninggal Dunia? Inilah Kronologi Kematian Director GarudaTV, Benarkah Akibat Kecelakaan di Bangka Belitung?
Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji’un: Commercial Director GarudaTV Muliandy Nasution Meninggal Dunia di Usia 42 Tahun pada Sabtu, 10 Januari 2026

Dunia bisnis dan media tanah air berduka. Muliandy Nasution, Commercial Director GarudaTV, menghembuskan napas terakhir pada Sabtu, 10 Januari 2026, di usia yang masih sangat muda—42 tahun. Kabar duka ini langsung menyentuh hati seluruh jajaran manajemen, karyawan, mitra bisnis, hingga komunitas pengusaha nasional yang pernah bekerja sama dengannya.



Kabar wafatnya almarhum disampaikan secara resmi oleh Fadhila, Head of Human Resources GarudaTV, melalui grup WhatsApp internal perusahaan. Dalam pesan yang penuh khidmat, manajemen menyampaikan belasungkawa mendalam sekaligus doa untuk almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke Rahmatullah, Bapak Muliandy Nasution, Commercial Director GarudaTV pada hari Sabtu, 10 Januari 2026. Semoga dosa-dosanya diampuni, amal ibadahnya diterima di sisi terbaik Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, keikhlasan, dan ketabahan. Allahumaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu’anhu. Aamiin.”

Duka Mendalam di Awal Tahun Baru
Kepergian Muliandy Nasution terasa begitu menyayat, terlebih karena terjadi di awal tahun 2026—saat semua orang sedang memetakan strategi, harapan, dan semangat baru. Bagi GarudaTV, kehilangan sosok seperti Muliandy bukan sekadar kehilangan seorang eksekutif, melainkan kehilangan arsitek strategi komersial yang visioner, penuh energi, dan tak kenal lelah dalam membangun fondasi pertumbuhan stasiun televisi digital nasional tersebut.


Almarhum dikenal sebagai pemimpin yang rendah hati namun tegas, profesional namun hangat, serta selalu menempatkan nilai kemanusiaan dalam setiap keputusan bisnisnya. Kontribusinya dalam mengembangkan model monetisasi, menjalin kemitraan strategis, dan memperkuat posisi GarudaTV di tengah persaingan industri media yang ketat tak terbantahkan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai prosesi pemakaman. Namun, doa dan ucapan belasungkawa terus mengalir dari berbagai penjuru, termasuk dari rekan-rekan di HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), komunitas startup, dan kalangan akademisi.

Jejak Karier yang Menginspirasi: Dari Freeport hingga Pendiri Fath Capital
Muliandy Nasution bukan nama asing di jagat bisnis Indonesia. Lahir pada tahun 1983, ia membangun reputasi sebagai salah satu eksekutif muda paling berpengaruh di generasinya. Pendidikannya yang solid menjadi fondasi kokoh bagi karier cemerlangnya. Ia menempuh tiga gelar magister: MBA dari Jena University of Applied Sciences (Jerman), Magister Manajemen dari Swiss German University, serta Master of Law dalam International Trade & Commercial Law dari Universitas Islam Jakarta.

Karier profesionalnya dimulai di perusahaan tambang raksasa Freeport Indonesia, lalu berlanjut ke Shell—dua institusi global yang dikenal ketat dalam seleksi dan pembinaan talenta. Namun, puncak kariernya di korporasi multinasional datang saat ia bergabung dengan General Electric (GE) Indonesia. Di usia hanya 33 tahun, Muliandy dipercaya menjabat sebagai direktur—sebuah pencapaian langka bagi profesional muda di perusahaan sekelas GE.

Namun, ambisi Muliandy tidak berhenti di sana. Ia memiliki mimpi yang lebih besar: membangun sesuatu dari nol, dengan nilai-nilai yang ia yakini. Pada 2018, di usia 35 tahun, ia membuat keputusan berani—menolak penugasan ke Singapura demi tetap bersama keluarga, lalu mendirikan Fath Capital, sebuah perusahaan financial advisory yang kini menjadi salah satu pemain kunci di sektor pendanaan dan restrukturisasi bisnis.

“Akhirnya, saya mencoba bikin sendiri, yaitu Fath Capital ini,” ujarnya suatu kali dalam wawancara dengan Majalah SWA.

Sebagai Managing Partner, Muliandy membimbing Fath Capital untuk menangani proyek-proyek strategis seperti merger & akuisisi, restrukturisasi keuangan, persiapan IPO, hingga menjadi perantara pendanaan tahap awal hingga lanjutan. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah memfasilitasi pendanaan senilai Rp 1,76 triliun di sektor energi terbarukan—bukti nyata bahwa visi bisnisnya tidak hanya profit-oriented, tetapi juga berdampak sosial dan lingkungan.

Hingga kini, Fath Capital telah menangani 83 portofolio, dengan 50 di antaranya berhasil exit—angka yang luar biasa di industri venture capital Indonesia.

Visi yang Berbeda: Fokus pada SDM, Bukan Hanya Teknologi
Di tengah euforia startup teknologi yang mendominasi narasi bisnis Indonesia, Muliandy justru memilih jalur yang berbeda. Ia fokus pada sektor-sektor yang padat tenaga kerja (heavy human capital), seperti fashion, konveksi, logistik, dan manufaktur. Baginya, teknologi memang penting, tetapi tidak boleh mengabaikan potensi besar dari sumber daya manusia Indonesia.

“Kalau semua orang mikirin teknologi, tidak ada yang mikirin SDM. Makanya, saya mencoba fokus ke yang heavy human capital,” katanya suatu kali.

Keyakinannya ini juga diwujudkan melalui Spora Indonesia, sebuah startup yang ia prakarsai untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik berbasis lokal. Melalui Spora, Muliandy ingin membuktikan bahwa SDM Indonesia mampu bersaing secara global, bukan hanya menjadi pasar pasif bagi produk impor.

Keterlibatan dalam Ekosistem Ekonomi Nasional
Selain aktif di dunia korporat dan startup, Muliandy juga terlibat dalam gerakan ekonomi kerakyatan. Ia menjabat sebagai Executive Director di Koperasi Garudayaksa Nusantara (KGN), koperasi primer nasional yang diprakarsai oleh Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. KGN bertujuan memperkuat ekonomi rakyat melalui model koperasi modern yang inklusif dan berkelanjutan.

Kontribusinya dalam membangun ekosistem bisnis yang berkeadilan dan berkelanjutan membuatnya diganjar Indonesia Young Business Leader Award (IYBLA) pada 2022—penghargaan prestisius yang diberikan kepada para pemimpin muda yang berdampak luas bagi perekonomian nasional.

Warisan yang Tak Tergantikan
Kepergian Muliandy Nasution bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh ekosistem bisnis, media, dan kewirausahaan Indonesia. Ia dikenang sebagai sosok yang:

TAG:
Sumber:

Berita Lainnya