Tragedi di Negeri Sakura: Cucu Pengusaha Henry Pribadi, Rylan Henry Pribadi, Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Olahraga di Jepang

Tragedi di Negeri Sakura: Cucu Pengusaha Henry Pribadi, Rylan Henry Pribadi, Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Olahraga di Jepang

Jepang-pixabay-

Tragedi di Negeri Sakura: Cucu Pengusaha Henry Pribadi, Rylan Henry Pribadi, Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan Olahraga di Jepang

Kabar duka menyelimuti keluarga besar Henry Pribadi, salah satu tokoh bisnis paling dihormati di Indonesia. Cucu tercinta mereka, Rylan Henry Pribadi, dilaporkan meninggal dunia pada 7 Januari 2026 dalam sebuah insiden tragis yang terjadi di Jepang. Informasi ini pertama kali diunggah ke publik oleh sosok kenamaan Peter F. Gontha melalui akun Facebook-nya pada Jumat, 9 Januari 2026, memicu gelombang simpati dari berbagai kalangan.



Siapa Itu Henry Pribadi?
Sebelum membahas lebih jauh mengenai kepergian Rylan, penting untuk mengenal siapa sosok kakeknya—Henry Pribadi. Ia bukan sekadar pengusaha sukses, tetapi juga seorang pendidik dan mentor bagi banyak generasi muda di Tanah Air. Sebagai salah satu pendiri Napan Group, konglomerat multinasional yang memiliki jejak bisnis di berbagai sektor—mulai dari manufaktur, perhotelan, hingga teknologi—Henry dikenal sebagai figur visioner yang turut membentuk wajah ekonomi modern Indonesia.

Selain aktif di dunia korporat, Henry juga aktif mengajar di Universitas Prasetiya Mulya, kampus bergengsi yang fokus pada pengembangan jiwa kewirausahaan. Di sana, ia kerap berbagi pengalaman hidup dan prinsip-prinsip kepemimpinan yang mengedepankan integritas, inovasi, dan tanggung jawab sosial.

Kronologi Kepergian Rylan Henry Pribadi
Menurut unggahan Peter F. Gontha, Rylan meninggal akibat kecelakaan olahraga yang terjadi selama ia berada di Jepang. Meski detail spesifik mengenai jenis olahraga atau lokasi kejadian belum diungkap secara resmi, informasi ini menegaskan bahwa penyebab kematian bukan karena penyakit, melainkan insiden mendadak yang menimpa remaja berbakat tersebut.


“Saya ingin menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya secara pribadi kepada Henry dan Emmy, atas kepergian cucu tercinta mereka, Rylan, dalam sebuah kecelakaan olahraga di Jepang,” tulis Peter F. Gontha dengan penuh empati.

Ungkapan belasungkawa itu tidak hanya menyentuh hati publik, tetapi juga menggarisbawahi betapa mengejutkannya peristiwa ini. Rylan, yang masih berusia sangat muda, harus pergi terlalu cepat—meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya, terutama kedua orang tuanya dan kakek-neneknya yang dikenal sangat menyayanginya.

Respons Publik dan Gelombang Simpati
Berita duka ini langsung menyebar luas di media sosial, terutama setelah unggahan Peter F. Gontha viral. Banyak netizen, rekan bisnis, serta komunitas akademik turut mengungkapkan rasa belasungkawa. Tak sedikit yang menyebut Rylan sebagai sosok cerdas dan ramah, meski informasi publik tentang dirinya memang terbatas—mungkin karena keluarganya menjaga privasi anak-anak mereka dengan ketat.

Peter F. Gontha, yang dikenal sebagai pengusaha media dan tokoh budaya, menulis dengan nada personal dan penuh kehangatan:

“Bagi saya, sungguh tak terbayangkan apabila seorang anak yang masih begitu muda harus meninggalkan dunia ini terlebih dahulu.”

Ia juga menyampaikan doa agar keluarga Rylan—terutama orang tuanya, Reza, serta kakek-neneknya—diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi ujian hidup yang begitu berat.

Keluarga yang Dikenal Santun dan Berpendidikan
Dalam catatan Peter, keluarga Rylan dikenal sebagai pribadi-pribadi yang santun, sopan, dan berpendidikan tinggi. Hal ini memperkuat citra keluarga Henry Pribadi sebagai sosok yang tidak hanya sukses secara finansial, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan humanis.

Kehilangan seorang cucu tentu menjadi pukulan emosional yang luar biasa bagi pasangan Henry dan Emmy. Apalagi, dalam budaya Timur, hubungan antara kakek-nenek dan cucu sering kali sangat dekat dan penuh kasih sayang.

TAG:
Sumber:

Berita Lainnya