Ancaman Mengejutkan Setelah Dukung Buku Broken Strings: Hesti Purwadinata Jadi Sasaran Oknum Diduga Roby Tremonti
Hesti-Instagram-
Ancaman Mengejutkan Setelah Dukung Buku Broken Strings: Hesti Purwadinata Jadi Sasaran Oknum Diduga Roby Tremonti
Gelombang dukungan terhadap buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans terus mengalir dari berbagai kalangan, termasuk sesama selebriti Tanah Air. Namun, di balik sorotan publik yang memuji keberanian Aurelie membongkar trauma masa lalunya, muncul insiden mengejutkan yang melibatkan aktris senior Hesti Purwadinata.
Hesti, yang dikenal sebagai sosok vokal dan peduli terhadap isu-isu perempuan, baru-baru ini menjadi sasaran ancaman setelah secara terbuka memberikan dukungan moral kepada Aurelie lewat unggahan di Instagram Story-nya. Ironisnya, ancaman tersebut diduga berasal dari sosok yang disebut “Bobby”—nama samaran pelaku child grooming dalam buku kontroversial tersebut.
Dukungan Tulus yang Berujung pada Intimidasi
Pada Minggu, 11 Januari 2026, Hesti Purwadinata membagikan unggahan pribadinya di akun Instagram @hestipurwadinata, menyatakan keprihatinan mendalam atas pengalaman traumatis yang dialami Aurelie Moeremans. Ia menulis:
“Nggak seharusnya ada siapapun yang mengalami hal semengerikan ini. Dan rasanya menyakitkan melihat pelakunya masih berkeliaran dengan nyaman. Aku sungguh berharap dia tidak pernah lagi diberi panggung.”
Ungkapan tersebut, meski tidak menyebut nama siapa pun secara eksplisit, tampaknya telah memicu reaksi keras dari pihak yang merasa tersinggung—atau bahkan terancam. Tak lama setelah unggahan itu viral, suami Hesti, Edo Borne, dikabarkan menerima pesan langsung (DM) dari seseorang yang mengaku sebagai “Bobby”.
Chat Ancaman yang Menghebohkan
Dalam tangkapan layar yang kemudian diunggah ulang oleh Aurelie Moeremans di grup komunitas Broken Strings Circle, terlihat percakapan antara Edo Borne dan oknum yang mengklaim dirinya sebagai “Bobby”. Sang pengirim pesan meminta klarifikasi atas pernyataan Hesti, seolah merasa difitnah atau diserang secara personal.
“Gue lewat lu karena gue masih respect sama lo sebagai suami Hesti dan gue kenal lu juga. Tolong feedbacknya,” tulis sang pengirim, seperti dikutip dari tangkapan layar yang tersebar luas di media sosial.
Lebih jauh, oknum tersebut memberikan ultimatum tegas: ia meminta respons dalam waktu 24 jam. Jika tidak ada jawaban, ia mengancam akan melaporkan Hesti dan Edo ke pihak berwajib.
“Oke Do, gue udah berusaha menjangkau kalian berdua tapi keliatannya memang tidak direspon. Gue tunggu 1x24 jam ya bro. Kalau memang tidak ada respon, jadi gue tau musti menempuh jalur hukum bila diperlukan,” demikian isi pesan yang memicu kekhawatiran di kalangan netizen.
Siapa Sebenarnya “Bobby”?
Sejak pertama kali dirilis, buku Broken Strings memang menjadi pusat perhatian publik. Di dalamnya, Aurelie Moeremans mengungkap kisah pilu tentang pelecehan seksual yang dialaminya sejak usia belia—sebuah bentuk eksploitasi yang dikenal sebagai child grooming. Nama pelaku disamarkan menjadi “Bobby”, tetapi banyak spekulasi yang mengarah pada aktor Roby Tremonti.
Publik mencatat bahwa Roby dan Aurelie pernah menjalin hubungan dekat sekitar tahun 2011, bahkan sempat dikabarkan menikah siri. Meski hingga kini tidak ada konfirmasi resmi dari pihak manapun, jejak digital dan narasi dalam buku tersebut memperkuat dugaan bahwa “Bobby” adalah representasi dari sosok tersebut.
Namun, penting dicatat bahwa hingga Senin, 12 Januari 2026, belum ada bukti hukum atau pengakuan resmi yang mengaitkan Roby Tremonti secara langsung dengan kasus ini. Pihak Aurelie juga belum memberikan pernyataan eksplisit yang menunjuk nama asli “Bobby”.
Reaksi Publik dan Dukungan untuk Korban
Insiden ancaman terhadap Hesti Purwadinata menuai gelombang simpati dari warganet. Banyak yang mengecam tindakan intimidasi terhadap siapa pun yang berani bersuara demi keadilan, terutama dalam kasus kekerasan terhadap anak.
“Mendukung korban saja diancam? Ini justru membuktikan betapa pentingnya suara seperti Hesti,” tulis salah satu pengguna Twitter.
Sementara itu, komunitas Broken Strings Circle—yang dibentuk oleh para pembaca dan pendukung Aurelie—terus aktif menyebarkan pesan anti-kekerasan dan perlindungan bagi korban eksploitasi seksual. Mereka menekankan bahwa setiap orang berhak bercerita tanpa takut dibungkam.