Foto lama Aurelie Moeremans dengan rambut sangat pendek kembali beredar luas di media sosial. Potret tersebut dikaitkan dengan dugaan kekerasan yang pernah ia alami pada masa remajanya.
Sejumlah dugaan tindakan yang dilakukan sosok bernama Bobby dinilai sejalan dengan pemberitaan tentang Aurelie sekitar 17 tahun silam. Fakta-fakta tersebut kembali mencuat seiring pengakuan terbuka sang aktris.
Aurelie mengonfirmasi bahwa foto berambut pendek itu merupakan akibat dari perlakuan Bobby. Potret tersebut disebut menjadi bukti bahwa kisah yang ia tuangkan bukanlah karangan semata.
Cerita tersebut bersumber dari pengalaman nyata yang masih dapat ditelusuri melalui arsip pemberitaan lama. Dalam buku Broken Strings, pada halaman 62 dan 63 di bagian berjudul Boneka Miliknya, Aurelie menggambarkan posisi dirinya yang berada di bawah kendali penuh Bobby.
Ia menceritakan bagaimana tekanan dimulai dari permintaan mengirim foto tak pantas. Ancaman penyebaran foto disertai intimidasi terhadap karier membuatnya berada dalam situasi tertekan.
Puncak dari perlakuan tersebut terjadi ketika rambut panjang Aurelie dipaksa untuk dipotong. Rambut itu selama ini dianggap sebagai bagian paling berharga dari dirinya.
"Ia tahu rambutku satu-satunya hal yang masih membuatku merasa cantik, dan ia ingin mengambil itu juga."
Potret lama Aurelie kembali dibagikan melalui sebuah unggahan di platform Threads. Dalam unggahan tersebut, seorang pengguna mempertanyakan apakah foto itu diambil saat Aurelie dipaksa mencukur rambutnya.
Pertanyaan itu langsung dijawab oleh Aurelie secara singkat. Ia membenarkan bahwa foto tersebut memang diambil pada masa tersebut.
Sebelumnya, Aurelie pernah mengungkap bahwa rambut panjang memiliki peran penting dalam perjalanan kariernya. Ia menyebut tawaran pekerjaan menurun drastis ketika rambutnya dipotong pendek.
Setelah rambutnya kembali panjang dan penampilan fisiknya tidak lagi dipermasalahkan, kesempatan kerja kembali berdatangan. Kondisi itu memperlihatkan besarnya dampak emosional ketika ia dipaksa memotong rambutnya.
Usai kejadian tersebut, Aurelie sempat bertemu seorang pemilik salon yang melihat kondisi rambutnya tidak beraturan. Perempuan itu kemudian membantu merapikan rambut Aurelie menjadi potongan pendek sebahu.
Sebagai informasi tambahan, Aurelie mengungkap bahwa dirinya merupakan korban child grooming yang diduga dilakukan oleh pria bernama Bobby. Sosok tersebut kemudian dikaitkan dengan nama Roby Tremonti.
Peristiwa itu disebut terjadi pada rentang 2008 hingga 2009. Saat itu, Aurelie masih berusia sekitar 15 tahun, sementara Bobby disebut memiliki selisih usia sekitar 13 tahun.
Menurut pengakuannya, hubungan tersebut dipenuhi manipulasi dan kekerasan psikologis. Ia mengalami ancaman, tekanan mental, hingga pemaksaan melakukan tindakan yang melukai kepercayaan dirinya.
Rambut panjang yang menjadi bagian dari identitasnya membuat kejadian tersebut meninggalkan luka mendalam. Pengalaman itu diakui sebagai trauma yang membekas hingga kini.