Ramadhan Berbeda: YKMI Ajak Umat Islam Temukan Alternatif Produk Non-Israel yang Tak Dukung Genosida

Ramadhan Berbeda: YKMI Ajak Umat Islam Temukan Alternatif Produk Non-Israel yang Tak Dukung Genosida

Ramadhan Berbeda: YKMI Ajak Umat Islam Temukan Alternatif Produk Non-Israel yang Tak Dukung Genosida-Viki Mohamad/UNPLASH-

Ramadhan Berbeda: YKMI Ajak Umat Islam Temukan Alternatif Produk Non-Israel yang Tak Dukung Genosida

Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) mengadakan sebuah dialog dengan tema "Ramadhan Tanpa Produk Genosida" di Jakarta pada Jumat (15/3/2024).



Baca juga: Kapan Tayang Amazing Saturday Episode 307 Bintang Tamu Kim Jiwon dan Kwak Dong Yeon Pemain Drakor Queen of Tears? Link Nonton dan Download dan Jam Tayang

Dialog ini merupakan bentuk solidaritas dari konsumen Muslim Indonesia dalam upaya mencari alternatif serta menghindari penggunaan produk yang terhubung dengan Israel pada awal Ramadhan tahun 2024.

Dalam dialog tersebut, beberapa narasumber terkemuka turut serta, di antaranya Direktur Eksekutif YKMI, Ahmad Himawan, Aktivis Muslim, Zahra, dan perwakilan pengacara Muslim, Ahmad Wakil Kamal.



×

Baca juga: Waspada! BPOM RI Tarik 4 Kosmetik Terkenal dari Pasar, Simak Daftarnya Sekarang!

Baca juga: Inilah Daftar Harga iPhone 15 Series Terbaru Maret 2024, Persiapkan Dompet untuk Kesempatan Belanja Banjir Diskon Jelang Hari Raya!

Baca juga: Kapan dan Tanggal Berapa Gerhana Bulan dan Matahari? Akan Terjadi Selama Ramadhan 2024? Catat Lokasi dan Jamnya

Ahmad Himawan menyatakan bahwa YKMI mendukung dan memperkuat ajakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengadopsi #RamadhanTanpaGenosida.

Menurut Ahmad, berdasarkan analisis dan penelitian internal YKMI, situs-situs tepercaya yang dapat dijadikan referensi oleh konsumen Muslim Indonesia adalah Boycott.Thewitness dan Bdnaash. Di kedua situs tersebut, terdapat daftar 10 produk yang dianggap terhubung dengan Israel.

Ahmad menjelaskan tiga kriteria yang menyebabkan produk tersebut disebut sebagai produk terafiliasi Israel atau produk genosida. Beberapa produk tersebut bahkan diproduksi secara lokal di Indonesia.

lanjutan,

Sumber:

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya

gzm