Kak Seto Angkat Bicara soal Tuduhan Abaikan Kasus Child Grooming Aurelie Moeremans: Standar Perlindungan Anak Sudah Berubah

Kak Seto Angkat Bicara soal Tuduhan Abaikan Kasus Child Grooming Aurelie Moeremans: Standar Perlindungan Anak Sudah Berubah

Kak seto-Instagram-

Momentum untuk Reformasi Sistem Perlindungan Anak
Kasus Aurelie Moeremans dan respons Kak Seto membuka jendela penting bagi evaluasi sistem perlindungan anak di Indonesia. Banyak pakar psikologi dan aktivis HAM anak menilai bahwa momen ini harus dimanfaatkan untuk memperbarui regulasi, meningkatkan kapasitas SDM di lembaga perlindungan, serta membangun mekanisme respons yang lebih cepat dan empatik terhadap korban.

“Ini bukan hanya soal individu, tapi soal sistem. Jika dulu kita kurang peka, maka sekarang adalah waktu untuk memperbaiki,” ujar seorang psikolog anak yang enggan disebut namanya.



Sementara itu, Aurelie sendiri belum memberikan respons publik terhadap pernyataan Kak Seto. Namun, keberaniannya membuka luka masa lalu telah menginspirasi banyak korban lain untuk bersuara—sebuah langkah awal menuju pemulihan kolektif dan keadilan restoratif.

Baca juga: BTS Kembali ke Jakarta Setelah 9 Tahun! Ini 5 Fakta Menarik Konser Dunia 2026, dari Jadwal hingga Perkiraan Harga Tiket

Penutup: Dari Trauma Menuju Transformasi
Kisah Broken Strings bukan sekadar memoar pribadi, melainkan panggilan moral bagi seluruh elemen bangsa—dari pemerintah, lembaga sipil, hingga masyarakat umum—untuk tidak lagi meremehkan bentuk kekerasan yang tak selalu meninggalkan luka fisik. Dan dalam narasi itu, Kak Seto, sebagai simbol gerakan perlindungan anak selama puluhan tahun, kini berdiri di persimpangan antara warisan masa lalu dan tuntutan keadilan masa kini.


Yang pasti, dialog publik yang terpicu oleh kasus ini menjadi pengingat: perlindungan anak bukanlah tugas statis, melainkan proses dinamis yang terus berevolusi seiring kesadaran sosial yang semakin matang.

 

TAG:
Sumber:

Berita Lainnya